![]() |
| Suasana rapat SC Kongres PWI 2025 di kantor Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta. (Foto: Istimewa) |
Keputusan tersebut diakomodirnya Ketua PWI Kepri hasil
Konferprov Andi Gino. Dua lainnya saran agar ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP)
dilibatkan sebagai peserta resmi, dan diundangnya Pelaksana Tugas (Plt)
sejumlah PWI Provinsi sebagai peninjau pada kongres yang digelar pada 29-30
Agustus di Balai Pelatihan dan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi
(BPPTIK) Komdigi, Cikarang, Jawa Barat.
"Ketua PWI Kepulauan Riau hasil Konferprov Andi Gino,
akan diundang sebagai peserta kongres tanpa hak suara. Sementara undangan resmi
sebagai peserta penuh tetap diberikan kepada Saibansyah - ketua PWI Kepri dari
Konferprovlub," ujar Ketua SC Kongres Persatuan PWI 2025 Zulkifli Gani
Ottoh seusai rapat di Hall Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Kesepakatan diikutkannya dua wakil dari PWI Kepri merujuk
pada disertakannya dua wakil dari PWI Banten, yang sudah diputuskan sebelumnya.
Namun untuk pemberian suara saat pemilihan di kongres, SC memutuskan
Saibansyah.
"PWI Kepri hanya punya satu suara," tutur Zulkifli
yang akrab disapa Zugito.
Zulkifli menjelaskan rapat khusus SC diikuti oleh tujuh
anggotanya baik secara luring maupun daring. Empat anggota SC hadir secara
langsung yakni Zugito, Totok Suryanto, Marah Sakti Siregar, dan Diapari
Sibatangkayu. Tiga anggota SC hadir secara daring yakni Sekretaris SC IGMB
Dwikora Putra, serta Zacky Antoni dan Lutfil Hakim.
Tiga keputusan terbaru SC tersebut, kata Zulkifli, kemudian
disampaikan kembali dalam rapat Tim Verifikasi, yakni SC dan tiga perwakilan
dari Organizing Committee (OC). Ketua OC, Marthen Selamet Susanto, hadir secara
daring. Sementara, Wakil Ketua OC Raja Parlindungan Pane dan Sekretaris OC Tb
Adhi hadir secara langsung.
Mengenai saran agar Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP)
resmi dilibatkan sebagai peserta, Zugito menjelaskan bahwa SC secara khusus
akan menyurati ketua-ketua PWI Provinsi yang telah ditetapkan.
"Setiap provinsi jatahnya kan hanya dua, alangkah
bagusnya yang hadir itu Ketua PWI Provinsi dan Ketua DKP,” ujarnya.
Terkait diundangnya sejumlah Pelaksana Tugas (Plt) ketua PWI
Provinsi, baik Plt bentukan Ketua Umum PWI Pusat Kongres 2023 Bandung, Hendry
Ch Bangun, maupun bentukan Ketum PWI Pusat hasil KLB 2024 Zulmansyah Sekedang,
hanya akan dijadikan peninjau.
"Dengan status peninjau tersebut mereka dapat
menghadiri kegiatan kongres di ruangan lain, namun tidak memiliki hak bersuara
maupun memberikan pendapat dalam forum resmi," ucap Zugito menegaskan.
Ketua SC menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut.
“Kebijakan ini kami ambil karena mereka (Plt-Plt) ini tidak berdosa, tidak punya kesalahan, dan
tidak ada keinginan sendiri menjadi Plt.
Mereka ditunjuk akibat adanya dualisme kepengurusan PWI Pusat. Jadi
kebijakan ini supaya mereka merasa dihargai, walaupun sebagai peninjau. Jangan
lupa juga mereka terlanjur punya hubungan dengan kepala daerah dan mitranya di
daerah,” papar Zugito.
Zugito kembali menegaskan jika Kongres Persatuan PWI 2025
hanya beragendakan pemilihan Ketua Umum
PWI Pusat dan Ketua Umum Dewan Kehormatan PWI Pusat periode 2025-2030. “Tidak
ada agenda lain di luar itu,” tuturnya. (*/pur)




0 Comments