![]() |
| Ketua Umum IMI Bambang Soesatyo menyerahkan uang Rp 100 juta secara simbolis kepada Arai Agaska. (Foto: Istimewa) |
“Uang pembinaan diberikan sebagai dorongan moral dan
motivasi agar Arai terus mengembangkan kemampuannya, serta menginspirasi
pembalap muda lainnya untuk mengikuti jejaknya,” ujar Bambang Soesatyo
(Bamsoet) yang juga Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15.
Bamsoet menjelaskan Arai telah menunjukkan kepada kita semua
bahwa pembinaan yang konsisten dan dukungan yang tepat bisa menghasilkan
prestasi luar biasa. Mengibarkan bendera Merah Putih di lintasan Eropa adalah
kebanggaan yang tidak ternilai.
“Uang pembinaan ini adalah bentuk apresiasi IMI atas kerja
keras, dedikasi, dan semangat juang Arai,” ujar Bamsoet saat memberikan uang
pembinaan kepada Arai Agaska, di Kantor Pusat IMI Kawasan GBK Senayan, Rabu (30/7/25).
Pengurus IMI Pusat hadir antara lain Wakil Ketua Umum M.
Riyanto, Bendahara Umum Jeffrey JP, Deputi
Olahraga Sepeda Motor Eddy Saputra, Penasehat Andi Rahmat, Hubungan
Antar Lembaga Erwin MP serta Komunikasi dan Media Dwi Nugroho Marsudianto.
Ketua DPR ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini
memaparkan Arai Agaska merupakan satu dari sedikit pembalap muda Indonesia yang
berhasil menembus ketatnya persaingan di Eropa. Di ajang R3 bLU cRU World Cup
2025. Arai tidak hanya menang satu kali. Sebelumnya, Arai berhasil meraih
podium ketiga di Sirkuit Portimao, Portugal, pada 29 Maret 2025. Kemudian dia
melanjutkan prestasi dengan finis di posisi kedua di Sirkuit Misano, Italia,
pada 14 Juni 2025.
"Prestasi Arai tidak lahir tiba-tiba. Ia menimba
pengalaman dari berbagai program balap lokal dan kejuaraan nasional. Perjalanan
panjang dari sirkuit-sirkuit di Tanah Air hingga ke trek internasional menjadi
bukti pentingnya peran sistem pembinaan yang berjenjang dan terstruktur,"
kata Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum KADIN
Indonesia kembali mengingatkan pentingnya pembinaan pembalap Indonesia sejak
usia dini. Indonesia memiliki potensi besar dalam bidang olahraga otomotif,
baik di kategori roda dua maupun roda empat. Namun, potensi tersebut hanya bisa
berkembang optimal jika ditopang oleh ekosistem pembinaan yang serius,
berkelanjutan, dan didukung oleh kolaborasi semua pihak.
“Prestasi Arai adalah pesan kuat kepada dunia bahwa
Indonesia tidak kekurangan atlet balap, hanya butuh kepercayaan dan dukungan.
Hari ini Arai, besok bisa siapa saja. IMI akan terus hadir sebagai rumah besar
bagi semua pelaku dan pecinta otomotif Indonesia. Termasuk melahirkan para
pembalap yang mampu menjuarai berbagai kejuaraan internasional,” pungkas
Bamsoet. (*/pur)




0 Comments