![]() |
| Sekda Kota Tangerang Herman Suwarman dan Ketua MUI Kota Tangerang KH Baijuri Khatib tunjukkan berbagai keberkahan. (Foto: Istimewa) |
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Walikota
Tangerang H. Sachrudin bertepatan dengan peringatan Milad Emas 50 Tahun Majelis
Ulama Indonesia (MUI) di Gedung MUI Kota Tangerang, Jalan Satria Sudirman,
Sabtu (26/7/2025) malam.
Walikota Sachrudin menyampaikan rasa terima kasih dan
apresiasi kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot
Tangerang yang dengan tulus menunjukkan solidaritasnya bagi rakyat Palestina.
"Bantuan ini adalah bentuk empati dan kepedulian yang
lahir dari hati para pegawai Pemkot Tangerang. Semoga bisa meringankan beban
saudara kita di Palestina yang sedang mengalami penderitaan akibat konflik
berkepanjangan," ungkap Sachrudin.
Bantuan tersebut disalurkan melalui program kolaboratif
bersama Baznas dan MUI Kota Tangerang dalam rangkaian acara bertajuk “MUI
Berbagi 50 Keberkahan”, yang juga dirangkaikan dengan santunan kepada anak
yatim, dhuafa, dan bantuan untuk 50 masjid di 13 kecamatan.
“Ini adalah momentum bersejarah yang menandai lima dekade
kiprah ulama dalam membimbing umat dan membangun bangsa. Sejak berdiri pada
1975, MUI telah berperan strategis dalam menjaga kemurnian ajaran Islam,
memperkuat ukhuwah, serta memberikan fatwa dan pencerahan atas berbagai
persoalan umat. Di tengah dinamika zaman, MUI terus hadir sebagai penyejuk dan
pengarah umat,” ujar Sachrudin pada acara yang dihadiri oleh Gubernur Banten
Andra Soni.
Ia menambahkan, perjalanan selama 50 tahun merupakan bukti
nyata dari dedikasi, pengabdian, dan perjuangan MUI dalam menjaga marwah agama
di Indonesia.
“Selama setengah abad ini, MUI terus konsisten memperkuat
ukhuwah Islamiyah, mencerdaskan umat melalui dakwah, serta memberikan
kontribusi dalam pembangunan nasional. Fatwa-fatwa MUI menjadi rujukan umat,
dan program-programnya terus memperkuat posisi MUI di tengah masyarakat Islam
Indonesia,” tuturnya.
Sachrudin, juga menyoroti tantangan baru yang dihadapi umat
di era globalisasi dan digitalisasi, mulai dari hoaks, radikalisme, hingga
degradasi moral.
“Dalam situasi ini, peran MUI semakin penting sebagai garda
terdepan dalam menyebarkan Islam rahmatan lil ‘alamin, menjaga kerukunan
antarumat beragama, serta membendung paham-paham menyimpang,” ucapnya.
Ia berharap, MUI dapat terus berinovasi dalam menyampaikan
dakwah, merangkul generasi muda, serta memanfaatkan teknologi untuk menyebarkan
nilai-nilai Islam secara efektif dan inklusif. (*/pur)




0 Comments