Berita Terkini

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Jembatan Bogeg Berganti Nama Jadi Raden Aria Wangsakara

Jembatan Raden Aria Wangsakara.
(Foto: Istimewa) 

 

NET - Geliat pembangunan Provinsi Banten terus berjalan pada akhir masa jabatan Wahidin Halim-Andika Hazrumy. Di antara salah satu infrastruktur yang akan diresmikan adalah Jembatan Bogeg yang berada di Jalan Syekh Nawawi Al-Bantani. Pembangunan jembatan yang melintas di atas Jalan Tol Tangerang-Merak itu akan meningkatkan perekonomian masyarakat karena akan mengurai kemacetan yang selama ini terjadi di lokasi tersebut.

Anggaran yang digelontorkan Pemprov Banten untuk pembangunan jembatan Bogeg ini sebesar Rp. 165 miliar. Jembatan ini akan menjadi icon baru Provinsi Banten setelah Kawasan Kesultanan Banten di Banten Lama dan Banten International Stadium. Hal ini diperkuat dengan penggunaan ornamen khas Banten, seperti batik Banten dan juga ukiran batik Mandalika pada sisi-sisi jembatan.

Pada jembatan dengan panjang 78 meter dan lebar 33 meter itu ada delapan lajur jalan. Setiap arahnya terdiri dari empat lajur jalan yang akan memperlancar kendaraan.

“Jalannya cukup lebar dan panjang, bisa empat jalur, kanan kiri delapan jalur,” ucap Gubernur Banten H. Wahidin Halim (WH) ketika meninjau jembatan, Rabu (16/3/2022).

Menurut rencana, jembatan itu diresmikan pada Selasa (29/3/2022) dan akan diberi nama baru dengan nama pahlawan Nasional  asal Banten yakni Raden Aria Wangsakara. Pahlawan Nasional Raden Aria Wangsakara diresmikan menjadi pahlawan nasional oleh Presiden Jokowi atas jasa-jasanya dalam berperang membela Kesultanan Banten dari serangan VOC Belanda pada 1654 di perbatasan Banten-Jakarta.

Berdasar data buku Banten Sejarah dan Peradaban karya Guillot, Ibunda Raden Aria Wangsakara adalah Nyai Mas Cipta Surasowan. Dia adalah cucu dari Pangeran Sanghyang Surajaya bin Prabu Surosowan yang bertahta di Banten Lama sebelum digantikan oleh Sultan Maulana Hasanudin.

Sultan Maulana Hasanuddin adalah sama-sama cucu Prabu Surosowan. Nyai Mas Cipta dinikahkan dengan Pangeran Wiraraja dari Kerajaan Sumedang Larang dan memiliki putra Raden Aria Wangsakara, atau masyarakat Kabupaten Serang Timur di Tanara, Lempuyang, Binuang memanggilnya dengan sebutan Raden Kenyep Aria Wangsakara.

Raden Aria Wangsakara menikahi dua cucu Sultan Maulana Hasanudin yaitu Ratu Maimunah binti Tubagus Idham dari Kresek dan Ratu Zakiyah binti Ratu Salamah binti Sultan Abul Mafakhir dari Kenari Kasemen. (*/pur)

Post a Comment

0 Comments