Masjid Ar Rahman, Blitar, Bagaikan Masjid Nabawi, Madinah

Baca Juga

Nasi bungkus sudah tersedia untuk jemaah. 
(Foto: Nur Hidayat)  



BERBEDA dengan kebanyakan masjid, Masjid Ar Rahman, Blitar, ini wel organized. Begitu seseorang masuk, petugas menyilahkan dia menyimpan sandal/sepatu di locker yang diberi kunci. Tidak ada sandal/sepatu di dekat tangga masuk masjid. Dia lalu masuk dari pintu samping (bukan pintu depan), petugas lalu mengarahkannya ke shaft depan.

Di saat pandemi, petugas menyemprot disinfektan. Bagi yang tidak membawa sajadah, disediakan sajadah sekali pakai. Sebelum shalat Jum'at, di setiap posisi jamaah shalat, sudah disiapkan nasi kotak. Makanan gratis ini juga disediakan bagi jamaah shalat Shubuh, Dhuhur dan Maghrib. Makanan disiapkan oleh catering. Setiap hari! Juga minuman gratis air putih dan tiga macam minuman lain. Silahkan pilih.

Dibangun di atas lahan seluas hampir 5.000 meter persegi, masjid ini merupakan obsesi Hariyanto, pengusaha ternama di Kota Blitar. Pemilik berbagai usaha (radio, pom bensin, agen besar elpiji) yang tergabung dalam Mayangkara Group ini terkesan dengan Masjid Nabawi di Madinah waktu pertama kali menunaikan ibadah haji.

Karena itulah dia membangun masjid itu dengan arsitektur mirip Masjid Nabawi, sejak Desember 2018. Masjid selesai dibangun setahun kemudian. Di halaman dipasang payung-payung besar. Pintu-pintunya mirip dengan pintu masjid Nabawi, berwarna kuning keemasan. Kubah pun berwarna hijau. Juga ornamen di dalam masjid yang berwarna keemasan.

Dinding di depan imam dipasang potongan kiswah Ka'bah asli, dan ornamen penutup pintu Ka'bah, Masjidil Haram. Kiswah itu dipakai di sana pada tahun 2009. Supaya suasana Masjid Nabawi kian terasa, karpet Masjid Ar Rahman ini dibuat oleh pabrik di Turki, yang juga membuat karpet untuk Masjid Nabawi. Begitu pula dengan aroma parfumnya yang sama. Disemprotkan di karpet dan di ruangan.

Saat Shalat Jum'at, anak-anak disediakan ruang tersendiri. Mereka tidak bisa ngobrol seenaknya atau berlari-larian seperti di masjid lain. Petugas yang menertibkan mereka.

Di Masjid Ar Rahman setiap harinya setelah Shalat Shubuh berjamaah dan setelah Shalat Maghrib berjamaah, selalu ada kajian Kuliah Subuh atau pun Pengajian Umum. Juga acara peringatan hari-hari besar Islam. Semua itu disiapkan oleh 50 petugas, mulai dari tukang parkir, satpam, petugas di dalam masjid, guide, petugas kebersihan, dan laundry.

Pada Jum'at 28 Mei 2021, diumumkan jumlah infaq yang terkumpul seminggu sebelumnya, Rp 26 juta lebih. Pada periode yang sama, dana yang dikeluarkan mencapai Rp 150 juta lebih. (Nur Hidayat)

Post a Comment

0 Comments