Dua Ormas Bertikai, Polresta Tangerang Tetapkan 10 Orang Tersangka

Baca Juga

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade
Ary Syam Indradi menasihati salah
seorang tersangka seusai jumpa pers.
(Foto: Istimewa)




NET - Kepolisian Resort Kota (Polresta) Tangerang, Selasa (2/6/2020) menetapkan 10 oknum yang tergabung dalam Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) menjadi tersangka akibat dari perselisihan yang terjadi beberapa waktu lalu.

Perselisihan yang terjadi antara Ormas Badan Pembina Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten kepengurusan Kabupaten Tangerang dengan Ormas Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Tangerang berawal dari peristiwa penarikan sepeda motor oleh pegawai salah satu lembaga pembiayaan atau leasing. Kedua pihak yakni konsumen dan leasing ternyata masing-masing didukung oleh kedua ormas itu.

Persoalan penarikan motor yang terjadi pada Kamis (28/5/2020) sudah selesai. Namun setelah itu beredar video yang diduga bersumber dari ormas BPKB yang akhirnya membuat tersinggung ormas PP.

Setelah beredar video BPPKB, kemudian beredar video pernyataan sikap dari PP yang menyatakan tersinggung atas video dari BPPKB, hingga puncaknya oknum anggota BPPKB melakukan pengrusakan Posko PP Kabupaten Tangerang. Kemudian aksi tersebut dibalas dengan aksi serupa oleh oknum anggota ormas PP Kabupaten Tangerang dengan melakukan pengrusakan Posko BPPKB Kabupaten Tangerang.

Kapolda Banten Irjen Pol. Fiandar melalui Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan dengan adanya peristiwa tersebut 10 orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dari jumlah itu, 7 orang di antaranya merupakan oknum dari ormas BPPKB Kabupaten Tangerang dan 3 orang tersangka lainnya adalah oknum ormas PP Kabupaten Tangerang.

“Setelah melalui penyelidikan dan penyidikan yang dibantu sepenuhnya oleh Dirreskrimum Polda Banten, kami menetapkan 10 orang tersangka atas sangkaan tindak pidana secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang dan atau pengrusakan,” ujar Ade di kantor Polresta Tangerang, Selesa (2/6/2020).

Untuk para tersangka, kata Ade, akan dijerat Pasal 170 Jo 406 KUHP serta UU Darurat atas kepemilikan senjata tajam tanpa hak. "Tersangka dan barang bukti berupa 3 senjata tajam jenis golok, balok kayu, batu, serta barang-barang yang sudah rusak yang berada di TKP (Tempat Kejadian Perkara-red) sudah diamankan guna proses penyidikan lebih lanjut," pungkasnya.

Di lokasi berbeda, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi mengakui adanya perselisihan antara dua ormas yang terjadi di wilayah hukum Polresta Tangerang, Polda Banten yang mana kejadian tersebut sudah ditangani oleh Polresta Tangerang dengan diback-up oleh tim dari Ditkrimum Polda Banten.

Edy Sumardi pun mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih meningkatkan aspek kesadaran hukum dalam kehidupan sehari-hari guna menghindari dari perbuatan yang dapat merugikan terhadap diri sendiri ataupun orang lain.

"Bilamana ada perselisihan ataupun hal-hal lain yang berdampak kepada situasi Kamtibmas, silahkan tempuh jalur hukum, serahkan kepada pihak Kepolisian dalam proses penegakan hukumnya, hindari main hakim sendiri" tuturnya. (*/pur)

Post a comment

0 Comments