Berita Terkini

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

BPPT Diminta Pengkajian Dan Penerapan Iptek Harus Bisa Diandalkan

Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin
saat membuka Raker BPPT 2020. 
(Foto: Istimewa)




NET - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sebagai lembaga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) harus dapat diandalkan dalam pengkajian dan penerapan iptek yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Untuk itu, BPPT harus memiliki agenda riset dan inovasi yang diprioritaskan.                                                 
Wakil Presiden (Wapres) RI Ma’ruf Amin mengatakan hal itu dalam Rapat Kerja BPPT tahun 2020 yang bertajuk  “Penguatan Daya Saing melalui Inovasi, Transformasi Digital dan Kualitas SDM".

"Salah satu tolok ukur keberhasilan BPPT adalah terpakainya inovasi teknologi oleh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, memerlukan mitra untuk hilirisasi inovasi teknologi tersebut dan pentingnya mitra," ujar Ma'ruf, Senin (24/2/2020), di Auditorium BJ Habibie, Jalan M.H. Thamrin No.8, Jakarta Pusat.                         

Wapres mendukung penuh langkah BPPT dalam melaksanakan kerjasama dengan mitra-mitranya seperti dengan industri, kementerian/lembaga, dan perguruan tinggi. Bahwa saat ini dengan perkembangan Iptek yang begitu pesat, inovasi-inovasi baru terus bermunculan.

"Inovasi yang memberikan efisiensi dan efektifitas di setiap sektor industri, baik produksi, jasa dan informasi," ujarnya. 

Wapres mengungkapkan inovasi inilah yang akan punya nilai tambah dari suatu produk yang akan berdampak pada perekonomian bangsa.

"Bhwa Indonesia merupakan negara yang mempunyai kekayaan sumber daya alam.  Namun karena kurangnya penguasaan Iptek dalam berinovasi, maka nilai tambah yang dihasilkan masih kalah dengan negara-negara maju," ungkap Ma'ruf. 

Pentingnya meningkatkan sumber daya Iptek agar dapat meningkatkan nilai tambah dari kekayaan alam yang dimiliki Indonesia. Untuk membangun inovasi dan daya saing, terang Wapres, diperlukan peran dari dunia industri, pemerintah dan akademisi. Saat ini, peran dari ketiganya tersebut masih lemah sehingga inovasi dan daya saing Indonesia tertinggal dari negara lain.                                              
Wapres meminta BPPT sebagai lembaga pengkajian dan penerapan teknologi harus memiliki agenda riset dan inovasi yang diprioritaskan, terkoneksi dengan dunia usaha dan dunia industri yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta meningkatkan daya saing ekonomi nasional.

"Negara maju adalah negara yang dapat mengkaitkan semua fungsi dan unsur perkembangan Iptek ke dalam suatu sistem Iptek secara efisien dan efektif, sehingga mampu mendayagunakan kekayaan dan lingkungan alam untuk menunjang kesejahteraan dan meningkatkan kualitas kehidupannya," katanya. (dade)

Post a Comment

0 Comments