PC PMII Lebak Punya Agenda Tersendiri Sikapi Kondisi KPK

Baca Juga

Suasana aksi unjuk rasa yang dilakukan 
para anggota PMII di depan gedung KPK. 
(Foto: Istimewa/MetroTempo) 




NET - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Lebak mendukung surat edaran Pengurus Besar (PB) PMII dengan seruan aksi di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (20/9/2019) kemarin. Dengan aksi ratusan mahasiswa PMII yang mendesak pimpinan baru KPK segera dilantik.

"Kalau kita PC PMII Lebak menyetujui atas imbauan Surat Edaran itu. Cuma, kita punya point tersendiri yang dibawa," ujar Ketua PC PMII Kabupaten Lebak Teguh Pati Ajidarma kepada wartawan, Minggu (22/9/2019).

Teguh mangatakan bahkan sejumlah PC PMII Lebak ikut dalam aksi yang digelar di gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan,  yang sempat berlangsung ricuh.

Menurut Teguh, PC PMII Lebak lebih menyoroti langkah hukum yang ditempuh KPK tidak prosedural dan tergesa-gesa. Sehingga cenderung politis dalam mengambil keputusan.

"RUU (Rencana Undang-Undang-red) KPK ini kan lebih dulu disahkan sebelum kasus yang menjerat Imam Nahrowi sebagai Menpora. Nah pertanyaan saya, apakah KPK sudah menempuh UU terbaru," ungkapnya.

PC PMII Lebak  sedang  mempertimbangkan persoalan ke depan masih dipikirin buat aksi atau tidak di daerah Lebak. Teguh  menuturkan hal itu keputusannya masih dalam kesepakatan pleno PC PMII Lebak.

Sementara itu, Teguh berujar  intinya ke depan kita harap KPK lebih santun. Jangan tergesa-gesa, khawatir mencoreng kebaikan-kebaikan yang pernah KPK buat.

"Tau sendiri nama netizen mah lebih cenderung melihat keburukan dari pada kebaikan. Dan jangan sampai terpolitisir. Kami dari PMII Lebak juga mendukung dan menjaga marwah KPK," ujarnya.

Diketahui sebelumnya, PB PMII mengintruksikan aksi kepada PC PMII dan PKC PMII se-Indonesia melalui no surat edaran: 391.PB-XIX.02.147.A-1.09.2019 tertanggal 18 September 2019 dan ditandatangani oleh Ketua Umum PB PMII, Agus Mulyono Herlambang.

Sejumlah PMII di daerah di Indonesia ada yang melaksanakan aksi dan ada sejumlah daerah yang menolak aksi di daerah. Termasuk PMII di daerah Kabupaten Lebak Provinsi Banten yang menyetujui aksi tersebut. (*/eag)


Post a Comment

0 Comments