Berita Terkini

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Yoyok Targetkan Kemenangan 80 Persen Prabowo-Sandi Di Tangsel

Haji Yoyok  dan pendukung di arena 
kampanye akbar Kota Tangerang. 
(Foto: Bambang TL/TangerangNet.Com)


NET- Ditemui di sela-sela acara kampanye Akbar Capres dan Cawapres 02 Prabowo-Sandi, di lapangan Alun-alun Ahmad Yani Kota Tangerang Selatan, H. Yoyok Adi Sunaryo selaku Ketua Pembina Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi menargetkan kemenangan 80 persen Capres dan Cawapres Prabowo-Sandi di Kota Tangsel. Hal tersebut disampaikan oleh H. Yoyok kepada TangerangNET.com di panggung utama kampanye Akbar dan pamungkas Prabowo-Sandi pada Sabtu (13/4/19). 

Menurut H. Yoyok, dirinya bersama tim kerja Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Kota Tangsel, saat ini dalam kondisi amat solid dan kompak, terutama para kaum Emak-emak serta milenialnya. Dirinya juga menyatakan tim BPN Tangsel Prabowo-Sandi telah menyiapkan seluruh saksi-saksi yang militan di seluruh TPS yang ada di Kota Tangsel.

"Tim BPN Prabowo-Sandi di Tangsel saat ini sangat solid dan sangat kompak. Semua anggota tim BPN Tangsel bekerja dengan amat ikhlas dan tuntas. Mereka bekerja terutama kaum Emak-emak dan milenial bekerja dengan hati dan ikhlas tanpa diiming-imingin apapun juga. Bahkan banyak di antara mereka yang mengeluarkan uang yang tidak sedikit jumlahnya untuk kepentingan nasional dan bersama, yaitu kemenangan Capres dan Cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi," tandasnya.

Atas dasar hal tersebut itulah, H. Yoyok berani menargetkan kemenangan mutlak Capres dan Cawapres Prabowo-Sandi di Kota Tangerang Selatan sebesar 80.persen. Dan untuk merealisasikan target tersebut, Yoyok mengaku sudah mengantisifasi kemungkinan terjadinya kecurangan dalam proses pencoblosan dan pemungutan suara pada Rabu 17 April 2019 mendatang, dengan menyiapkan para saksi yang militan.

"Jangan coba-coba bermain curang, kami tidak akan diam dan pasti akan kami lawan apapun bentuk kecurangan tersebut. Karena segala bentuk dan praktek kecurangan akan mencederai demokrasi di Indonesia yang dengan susah payah dibangun sejak Reformasi '98," pungkasnya.(btl)

Post a Comment

0 Comments