BAN SM Banten Minta Sekolah/Madrasah Isi Data Dengan Jujur

Baca Juga

Fitri Hilmiyati saat memberikan materi. 
(Foto: Syafril Elain/TangerangNet.om) 



NET – Badan Akreditasi Nasional Sekolah dan Madrasah (BAN SM) Provinsi Banten mengimbau kepada seluruh pengelola dan manajemen sekolah dan madrasah swasta maupun negeri untuk mengisi data secara jujur dan akurat. Bila data yang diisi tidak jujur akan terkendala dan akan kesulitan untuk mengikuti proses akreditasi.

“Saya dan kawan-kawan dari BAN SM Banten berharap pengelola dan pimpinan sekolah dan madarasah mau jujur mengisi data tentang sekolah dan madrasah masing-masing,” ujar Ketua BAN SM Banten Provinsi Banten Fitri Hilmiyati kepada TangerangNet.Com, Jumat (12/4/2019).

Fitri Hilmiyati menjelaskan proses akreditasi 2019 ini dimulai dengan pengisian data oleh sekolah dan madrasah masing-masing untuk sekolah mengisi data lewat Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dibawah bimbingan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan untuk madrasah mengisi data lewat Education Management Information System (EMIS) dibawah kendali Kementerian Agama (Kemenag)

Baik Dapodik maupun EMIS, kata Fitri, bukan menjadi kewenangan BAN SM Provinsi Banten sehingga bila ada kendala tentu harus diselesaikan di kedua instansi tersebut. “Namun, yang terpenting adalah mengisi data sesuai dengan kondisi nyata masing-masing sekolah dan madrasah,” ucap Fitri.

Pernyataan yang disampaikan Fitri tersebut sekaitan dengan pertanyaam sejumlah guru ketika dilakukan Sosialisasi Akreditasi Jenjang SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) di Aula Kanwil Kemenag Provinsi Banten di Jalan Syech Nawawi Al-Bantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP-3B), Palima, Kota Serang.

Hal itu ditanyakan oleh Firmansyah dari SMK Bina Wisata, Dian dari SMK di Kabupaten Pandeglang, dan Rizki dari SMK Lebak Wangi. Mereka terkendala mengisi Daftar Isian Akreditasi (DIA) di Sispena (Sistem Penilaian Akreditasi).

“Kalau pengisian data di Didapodik  dan EMIS sudah benar, saya kira tidak ada masalah. Namun, bila ada masalah tolong baca lagi tentang aturan standar pendidikan nasional. Karena dari Dapodik dan EMIS akan berkaitan dengan Sispena. Kalau ada yang tidak seusai, dengan sendirinya tertolak,” ungkap Fitri.

Sementara itu, H. Ari Hasan Ansori, anggoa BAN SM Provinsi Banten pada acara yang sama menjelaskan asesor melakukan visitasi ke sekolah dan madrasah bukan melakukan penilaian tapi melakukan klarifikasi untuk mencocokan data yang ada di DIA dengan di sekolah.

“Dari mencocokan data tersebut, para asesor membuat rekomendasi apakah sekolah itu layak mendapat aktreditasi atau tidak. Sedangakan penilaian sekolah dan madrasah mendapatkan akreditasi dari BAN SM,” tutur Ari Hasan Ansori.

Sedangkan Kamalsyah, anggota BAN SM Provinsi Banten lainnya meminta kepada sekolah dan madrasah agar saat mengisi data benar-benar akurat terkait standar isi, standar prasarana, dan instrument serta lainnya. Hal ini semuanya punya bobot penilaian.

“Semua harus diperhatikan keseuaian data dan performance sekolah dan madrasah,” ujar Kamalsyah.

Kegiatan sosialisasi diisi dengan bimbingan cara pengisian data ke DIA dan Sispena oleh Munajat dari staf BAN SM Provinsi Banten yang diikuti selruh peserta 180 orang. (ril)  

Post a Comment

0 Comments