Mahutama Dorong Pemilu 2019 Jurdil Demi Indonesia Berkemajuan

Baca Juga

Sekjend Mahutama Auliya Khasanova.
(Foto: Istimewa/koleksi pribadi)


NET - Masyarakat Hukum Tata Negara Muhammadiyah (Mahutama) mendorong agar Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 dapat terlaksana secara jujur dan adil (Jurdil) sehingga berdampak kepada Indonesia yang berkemajuan.

Ketua Umum Mahutama Prof. Dr. Aidul Fitriciada Azhari mengatakan salah satu langkah konkret yang akan segera dilakukan oleh Mahutama adalah dengan menggelar diskusi bertajuk “Pemilu Jujur dan Adil untuk Indonesia Berkemajuan” yang akan digelar di Aula Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta, ba’da sholat Jumat (1/3/2019). 

“Penyelenggara Pemilu dan pakar yang berkaitan dengan Pemilu dan ketatanegaraan akan dihadirkan untuk menyampaikan pandangannya seputar cara menegakkan Pemilu yang jujur dan adil di Indonesia,” ujar  Aidul Fitriciada Azhari kepada wartawan, Kamis (28/2/2019).

Ketua Umum Mahutama Prof. Dr. Aidul Fitriciada Azhari menegaskan bahwa Pemilu merupakan sarana untuk mengejawantahkan kedaulatan rakyat. 

Sekretaris Jenderal (Sekjend) Mahutama Auliya Khasanofa menambahkan sebagai sarana kekuasaan tertinggi rakyat, Pemilu harus dijaga dari segala kemungkinan praktik curang dan upaya-upaya membuat keropos sistem demokrasi.

Para narasumber yang diundang dalam diskusi publik - media ini, kata Auliya, di antaranya adalah Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, Ketua Komisi Pemilihan Umum Pusat (KPU RI) Arief Budiman, dan Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Siti Zuhro, pakar hukum tata negara FH UMJ Dr. Ibnu Sina Chandranegara, pakar hukum tata negata FH UMM Dr. Sulardi.

“Saya ikut menjadi nara sumber dengan kedudukan sebagai  akademisi dari Fakultas Hukum Universita Muhammadiyah Tangerang (FH UMT),” ucap Auliya.

Selain diskusi publik - media acara tersebut, kata Auliya,  akan didahului dengan pidato deklarasi oleh Ketua Umum Mahutama Prof. Dr. Aidul Fitriciada Azhari yang ditujukan sebagai wadah berkumpulnya penggiat dan pakar ketatanegaraan di Muhammadiyah. Dalam acara deklarasi dan diskusi publik - media yang teristimewa adalah taushiyah dari Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr. H. Haedar Nashir, M. Si. sebagai nasihat, penyemangat dan mencerahkan kehidupan berbangsa dan bernegara. (*/pur)

Post a Comment

0 Comments