Pangdam Siliwangi Pantau Prajurit Satgas Evakuasi Bencana Tsunami

Baca Juga

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri 
Soewandono berdialog di lokasi bencana. 
(Foto:  Istimewa)   
NET - Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono terus memantau perkembangan Prajurit Kodam III/Siliwangi yang tergabung dalam Satgas penanggulangan dan evakuasi bencana tsunami di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Senin (32/12/2018. 

Aksi tanggap darurat yang dilakukan oleh Prajurit Kodam III/ Siliwangi sebagai bentuk panggilan tugas dan kepedulian atas nama kemanusiaan untuk  membantu  para korban bencana, dan berupaya untuk mengembalikan kondisi wilayah seperti semula.

Berdasarkan Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) No. 34 tahun 2004 tentang TNI melaksanakan tugas dalam Operasi Militer Perang (OMP)dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) di antaranya membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan.

Pangdam menjelaskan penanganan evakuasi bencana alam tsunami di Kabupaten Pandeglang ,Provinsi Banten bukan hanya tugas Pemerintah, TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB), maupun Basarnas saja. “Dalam hal ini tetapi juga tugas kita semua termasuk di dalamnya Organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan dan tokoh-tokoh keagamaan serta seluruh komponen masyarakat lainnya,” ucap Pangdam.

Beberapara organisasi kemasyarakat dan pemuda  di antaran
Prajurit Kodam III/Siliwangi saat mengevakuasi 
korban bencana dan puing-puing reruntuhan. 
(Foto: Istimewa)   
ya Banser NU, Forum Komunikasi Putra Putri Indonesia (FKPPI), Kokam Muhamadiyah, Yayasan Bunda Tzuci Indonesia, Hilmi dari Front Pembela Islam (FPI), Aksi Cepat Tanggap (ACT), Gereja Jordan Toraja Mamasa,  dan masih banyak lagi organisasi yang lain juga turut membantu. 

Dalam kesempatan itu Pangdam III/Siliwangi menyampaikan terima asih atas peran seluruh komponen masyarakat yang tergabung dalam organisasi tersebut dalam membantu tragedi bencana yang memakan banyak korban jiwa, tentunya panggilan dan peran semua komponen tersebut didasari oleh panggilan semangat membantu dan atas nama kemanusiaan.

"Semua stake holder dan termasuk semua organisasi keagaamaan, kepemudaan bergerak bersama-sama atas nama kemanusiaan, sehingga bersama-sama pula bekerja membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah," ucap Tri. (dade)

Post a Comment

0 Comments