Menteri Agama Diminta Bebaskan Kemenag Dari Korupsi

Baca Juga

Saat petisi dibacakann dikawal polisi.
(Foto: Istimewa)



NET - Petisi Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sasak Jakarta (Ampes-Jakarta) ingin berantas korupsi di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) sebagai bangsa yang besar kaya akan hasil alam Indonesia menjadi sebuah primadona yang sangat menarik untuk di belahan dunia ini.

"Bagaimana Negara yang besar, kaya, dan subur ini tak terlihat kemajuannya dalam beberapa puluhan tahun Kemerdekaannya dari penjajah laknat menjadi sebuah pertanyaan.  Ironi bersama melihat kondisi yang sampai hari ini belum sama sekali mengalami perubahan," ujar Wiryawan, Rabu (30/1/2019), saat orasi pada aksi di kantor Kemenag, Pejambon, Lapangan Banten, Jakarta.

Wiryawan mengungkapkan jawaban yang paling sederhana dari persoalan di atas adalah banyaknya orang tidak baik di Indoesia yang menguasai negri ini. Para elit dan pemandu kebijakan tidak berlaku adil dan lurus terhadap warganya, yaitu Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) masih banyak dijumpai yang walaupun pada 1998 sudah digaungkan.

"Hal tersebut, harus dihapuskan dari praktik korupsi sudah sangat banyak ditemukan di Indonesia. Dari jumlah yang besar sampai sangat besar, pelakunya berasal dari kalangan elit dan para pemandu kebijakan yang sangat tidak malu melihat masyarakat di bawah mengalami kesusahan. Korupsi bisa dikatakan sebagai musuh terbesar bangsa yanh sampai hari ini belum bisa dimusnahkan dari bumi pertiwi ini," tutur Wiryawan. 

Sistem birokrasi yang sudah rusak, kata Wiryawan, membuat praktik korupsi sulit dituntaskan di Indonesia. Praktiknya pun sangat masif dan terorganisir sehingga dalam setiap pengungkapanya sulit ditemukan bukti-bukti yang menguatkan.

Kasus korupsi tidak hanya terjadi di kota besar, kata Wiryawan, korupsi seolah-olah sudah menjadi virus yang sangat ganas dan menular ke pelosok Indonesia, termasuk yang sangat memprihatinkan akhir-akhir ini kasus korupsi yang terjadi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

"Dana bantuan untuk masjid dan madrasah dikorupsi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab di lingkungan Kemenag. Operasi Tangkap Tangan (OTT) pun sudah dilakukan, yang menarik dari hal ini adalah salah satu pejabat dari lingkungan Kemenag yang merupakan kepala di tempat tersebut. Ingin menjadi pejabat tinggi, bagaimana tangapan Anda? Apakah  Anda akan setuju dengan hal tersebut? Kalau yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sasak Jakarta tidak menerima hal tersebut," ungkap Wiryawan.

Pemerintah yang bersih harus terbebas dari yang namanya segala bentuk kasus dan masalah. “Kami meminta dengan Hormat Bapak Mentri Agama untuk menjaring orang yang akan menjadi pejabat tinggi di lingkungan Kemenag dengan sangat selektif dan hati-hati. Ini demi terbentuknya sistem birokrasi yang bersih dan transparan. Yang tentu nanti akan berimbas bagi kemajuan bangsa,” ujar Wiryawan.

Adapaun tuntutan dan dukungan mahasiswa bagi pihak Kementerian Agama, kata Wiryawan, sebagai berikut: Mendesak Mentri Agama untuk mencopot Kepala Kemenag NTB H. Nasrudin yang diduga terlibat dalam korupsi dana pengadaan buku. Usut tuntas keterlibaran pejabat di lingkungan Kemenag NTB, Usut dugaan keterlibatan Kabag TU Kemenag NTB, dan Mendukung Polda NTB dan Ombudsman NTB untuk terus mendalalami kasus  ini. (dade)

Post a Comment

0 Comments