KPK Diminta Usut Dugaan Korupsi Buku Madrasah NTB

Baca Juga

Wiryawan (kanan) saat membacakan tuntutan
para pengunjuk rasa agar KPK turun tangan.
(Foto: Dade Fachri/TangerangNet.Com)



NET - Aliansi Mahasiswa dan  Pemuda Nusa Tenggara Barat (NTB) Jakarta melakukan unjuk rasa di depan gedung kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (18/1/2010). Pengunjuk rasa minta agar KPK mengusut tuntas dugaan tindak pidana korupsi terhadap pengadaan Buku Madrasah di NTB. 

“Kami menuntut agar dugaan kasus tindak pidana korupsi pengadaan Buku Madrasah oleh oknum pejabat Kanwil Kemenag (Kantor Wilayah Kementerian Agama-red) NTB untuk diusut tuntas oleh KPK karena sudah menjadi sorotan akhir-akhir ini,” ujar Koordinator Lapangan (Korlap) unjuk rasa, Wiryawan saat orasi.

Anggaran pengadaan buku tersebut, kata Wiryawan, mencapai Rp 200 miliar. Anggraan ini akan digunakan untuk mencetak buku untuk 2.256 buah untuk madrasah se-NTB.

"Bagaimana bangsa ini mau maju, sedangkan sarana pendidikan mereka dikorupsi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” ucap Wiryawan.

Hal itu, kata Wiryawan, menjadi ironi yang sangat miris melihat dugaaan ini, tentu menjadi tanggung jawab bersama mengingat korupsi merupakan musuh terbesar bangsa ini, yang sampai detik ini masih banyak kasus-kasus yang belum tuntas.

Dari sumber informasi  diketahui bahwa proyek  tersebut, (pengadaan buku) belum selesai sampai hari ini dan belum 100 persen madarasah di NTB menerima sepenuhnya buku yang dicetak oleh PT Aksasindo Karya. 

"Maka, kami mendesak Menteri Agama untuk mencopot Kepala Kanwil Kemenag NTB, H. Nasrudin yang diduga terlibat dalam korupsi dana pengadaan buku. Usut tuntas keterlibatan pejabat di lingkungan Kemenag NTB, mendesak KPK untuk ikut turun tangan dalam kasus dugaan korupsi ini, dan mendukung Polda NTB dan Ombudsman NTB untuk terus mendalalami kasus ini," ujar Wiryawan. (dade)

Post a Comment

0 Comments