KNPI Kota Tangerang Serahkan Bantuan Korban Tsunami

Baca Juga

Ketua KNPI Kota Tangerang Uis Adi Darmawan 
menyerahkan bantuan kepada korban bencana. 
(Foto: Istimewa) 




NET  - Musibah bencana tsunami dan banjir di Pandeglang, Provinsi Banten, yang terjadi beberapa waktu lalu turut menyita empati seluruh rakyat Indonesia. Tak terkecuali Dewam Pimpinan Daerah (DPD) KNPI Kota Tangerang ikut peduli memberikan bantuan kepada korban bencana.

Wadah organisasi pemuda di Kota Tangerang itu, Jumat (4/1/2019) bertolak ke Pandeglang untuk menyerahkan bantuan.  Di antaranya pakaian 42 karung dan 18 kardus, teh gelas 5 dus, pop mie 5 dus, pampers 3 dus, pembalut 1 dus, autan 1 dus, kopi 2 dus, dan sabun colek 2 dus.

Ikut pula diangkut air gelas mineral 58 dus, mie instan 80 dus, sampho 1 dus, obat-obatan 1 dus, gula 1 plastik, susu indomilk 7 dus, beras berisi 5 kilogram 10 karung, energen 2 dus, serta teh sariwangi 6 kotak. Turut diserahkan juga uang total Rp 4 juta.

"Bantuan ini selain dari pengurus, unsur OKP (Organisasi  Kemasyarakatan Pemuda-red), juga berasal dari sumbangan elemen masyarakat Kota Tangerang, yakni aparatur Kecamatan Cipondoh, Karang Taruna Cikokol dan Buaran Indah serta komunitas pemuda/i berjiwa pemuda dan masyarakat secara pribadi," ujar Uis Adi Dermawan, Ketua KNPI Kota Tangerang.

Selanjutnya bantuan yang diterima akan dibuat kemasan dan diserahkan langsung ke korban tsunami, korban banjir dan salah satu rumah yang terkena angin puting beliung di Pandeglang.

"Kami terima kasih kepada warga masyarakat yang sudah mempercayakan KNPI dalam menyalurkan bantuan. Kami juga terima kasih kepada BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah-red) Kota Tangerang yang menyediakan transportasi mengangkut bantuan," uc
ap Bung Uis, sapaan akrabnya.

Ditambahkan Uis, bahwasanya duka yang menyelimuti warga Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, adalah duka seluruh rakyat Indonesia. Sesama saudara, sudah menjadi kewajibannya membantu saudara yang terkena musibah.

"Ini adalah teguran buat kita semua. Dengan cobaan ini, saya berharap kita semua saling berintrospeksi diri. Bukan alam yang salah tapi kita sebagai umat manusia yang mungkin berbuat salah serta tidak menjaga kekayaan alam," tutur Bung Uis.  (*/pur)

Post a Comment

0 Comments