Bendungan Pintu Air 10 Bocor, Keselamatan Warga Terancam

Baca Juga

Humas PDAM TB Iksan Sodikin dan Dirut 
PDAM TB Sumarya mengamati kebocoran. 
(Foto: Man Handoyo/TangerangNet.Com) 


NET - Tingginya curah hujan dan derasnya air Sungai Cisadane belakangan ini, berdampak besar terhadap bocornya bendungan Pasar Baru Irigasi Cisadane atau Pintu Air 10. Hal ini dapat mengancam keselamatan warga Kota dan Kabupaten Tangerang yang tinggal di hilir sungai tersebut.

"Ini sangat berbahaya, karena bila dibiarkan seperti tahun 2015 lalu. Bendungan bisa jebol dan merendam pemukiman-pemukiman warga yang ada di hillir Sungai Cisadane,” tutur Iksan Sodikin, Humas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Benteng, yang berkantor di sebelah bendungan Pintu Air 10, Kota Tangerang, Banten, Senin (7/1/2019)

Karenanya, kata Iksan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) harus turun tangan  untuk mengecek dan memperbaiki bendungan yang dibangun sejak 1937 lalu. Jangan sampai, bendungan itu semakin bocor dan jebol lantaran terkikis derasnya air Sungai Cisadane.

Dan kondisi bocornya bendungan Pintu Air 10 saat ini, kata Iksan, lebih parah dibanding tahun 2015 lalu yang hanya bocor di satu pintu saja. Yaitu Pintu Enam. "Saat ini bocornya terjadi di tiga pintu, yaitu Pintu 4, 5, dan 10. Apabila bocornya itu bisa jebol seperti yang terjadi di Pintu 6 pada 2015 lalu, maka kondisinya  akan lebih perah," ucap Iksan.

Selain membahayakan bagi keselamatan masyarakat  yang tinggal di hilir Sungai Cisadane, kata Iksan, kondisisi tersebut, juga mengancam kurangnya suplay air bersih kepada masyarakat. Karena dengan bocornya tiga pintu di bendungan tersebut mengakibatkan debit air Sungai Cisadane mengalami penurunan yang cukup drastis. 

Ha itu dibenarkan oleh Direktur PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang Sumarya. Ia mengatakan apabila kebocoran bendungan tersebut dibiarkan warga Tangerang terancam kek
urangan suplay air.

"Ya kalau dalam waktu 2-3 hari ini tidak hujan, maka air Sungai Cisadana yang masuk ke intake PDAM Trita Benteng akan berkurang," tutur Sumarya.

Namun untuk saat ini, kata dia, kondisi pengolahan air minum masih dalam batas aman. Kerena air Sungai Cisadane yang masuk ke intake tersebut masih 3,5 meter dari batas normal yang mencapai 6,5 meter.  (man)

Post a Comment

0 Comments