Spesialis Pembobol Laptop Di Sekolah Ditangkap

Baca Juga

Fidel Ramos (kaos merah) kaki 
kanan ada perban bekas tembakan. 
(Foto: Man Handoyo/TangerangNet.Com) 


NET - Gara-gara terekam closed cirkut telivision (CCTV), langkah Fidel Ramos, 27, spesialis pencurian laptop di sejumlah sekolah di Tangerang terhenti. Pasalnya, selain dibekuk, pelaku dilumpuhkan dengan cara ditembak di bangian kakinya.

"Petugas terpaksa melumpuhkan Ramos, karena saat dibekuk di rumahnya di  Buaran Besar, Kelurahan Babakan, Kota Tangerang,  berusaha kabur dan melawan," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Ajun Komisari Besar Polisi (AKBP) Dedy Supriyadi kepada wartawan, Jumat (21/12/2018).

Sedangkan pelaku lainnya, Joni Iskandar, 29, berhasil melarikan diri dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Metro Tangerang Kota.  "Kedua orang pelaku ini, setelah berhasil beraksi, menjual barang hasil curiannya kepada Iwan Wibowo, 31, di Bandar Lampung," kata Kasat.

Akibatnya, Iwan Wobowo  ditangkap di Bandar Lampung dengan barang bukti berupa enam unit laptop dan empat unit notebook.  ''Ketiga orang ini merupakan jaringan spesialis pencurian laptop di ruang kantor  sekolah-sekolah," ungkap Kasat.

Kasat menjelaskan dalam menjalankan kejahatannya, pelaku kerap mendatangi sekolah-sekolah di siang hari. Salah satunya Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN 1) Pakuhaji di Kabupaten Tangerang.

Guna mengalihkan perhatian penjaga sekolah pada saat waktu  pembelajaran dimulai, Joni Iskandar, mengajaknya berbincang-bicang. Begitu penjaga sekolah lengah, Ramos lansung  masuk ke ruang kantor sekolah guna mengambil laptop-laptop yang ada di ruang tersebut menggunakan tas rangsel besar.

Tanpa disadari, kata Kasat, aksi mereka terekam oleh CCTV yang ada di loaksi. "Berdasarkan hasil rekaman CCTV itu mereka kami ciduk," tutur Kasat. 

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, tambah Kasat, ternyata kedua orang pelaku tersebut juga pernah membobol ruang kantor di sekolah TK, SMP dan SMU milik Yayasan Cahaya Pesisir di Pakuhaji Kabupaten Tangerang.

Kasus itu, kata kasat, juga pernah dilaporkan ke Polres Metro Tangerang Kota. "Kasus ini masih kami kembangkan. Dan tidak mebutup kemungkinan adanya sekolah lain yang mereka bobil," ujar Kasat Reskrim yang juga mantan Kasatbagop Polres Metro Tangerang itu. (man)

Post a Comment

0 Comments