Korban Tsunami Dapat Santunan 48 Kali Lipat Dari BPJS

Baca Juga

Ilustrasi Sekretaris KNPI Banten Sirojudin
(jaket biru) memberikan bantuan kepada 
para pengungsi korban bencana tsunami.
(Foto: Istimewa) 


NET - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS ) Ketenaga Kerjaan akan  membantu para korban tsunami yang terjadi di kawasan Propinsi Banten dan Lampung dengan cara memberikan biaya perawatan tanpa batas dan santunan sebesar 48 kali lipat bagi korban yang meninggal dunia.

"Jika memang para korban peserta BPJS Ketenagakerjaan yang menjadi korban tsunami itu sedang bekerja,  maka  menjadi tanggung jawab BPJS untuk membiaya pengobatan medis dan santunan kepada mereka,'' ujar  Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Krishna Syarif kepada wartawan, Selasa (25/12/2018).

Adapun bantuan yang akan diberikan, kata Syarif, berupa biaya pengobatan tanpa batas, sesuai dengan kebutuhan medis. Sedangkan bagi mereka yang meninggal dunia akan diberikan  satunan sebesar 48 kali lipat .

Berdasarkan data yang diperoleh sementara, kata Syarif, terdapat 12 orang karyawan PT PLN (Perusahaan Listrik Negera,Persero-red) peserta BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal dunia dalam musibah tersebut. Mereka   sedang melaksanakan kegiatan Family Gathering pada saat tsunami itu melanda pesisir pantai Banten.

"Data yang kami terima dari PLN, terdapat 40 orang korban meninggal dunia di acara Family Ghatering tersebut,” ucap Syarif. 

Namun setelah diidentifikasi,  kata dia, hanya 12 orang yang  tercata sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, selebihnya kemungkinan besar keluarganya.

Dan hingga kini, kata Syarif, pihakya masih melakukan pendataan. Kemungkinan besar jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan yang menjadi korban bencana itu bisa bertambah. 

"'Untuk mempercepat proses pendataan, kami harap dari pihak  keluarga, relasi, atau siapapun yang mengetahui peserta BPJS ketenaga kerjaan yang menjadi korban bencana ini segera melaporkan kepada kami   melalui call center 1500910 atau hotline khusus yang telah kami persiapkan di nomor 085372642544," tutur Syarif. (man)

Post a Comment

0 Comments