Gubernur Pantau Lokasi Bencana Banten

Baca Juga

Gubernur Banten H. Wahidin Halim
berdoa bersama para korban bencana.
(Foto: Istimewa)


NET - Gubernur Banten  H. Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Banten H. Andika Hazrumy,  meninjau langsung lokasi bencana dan penampungan pengungsi bencana tsunami yang terjadi di sepanjang pesisir Barat Provinsi Banten.  

Gubernur meninjau di lokasi penampungan korban bencana di Kecamatan  Jiput dan Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang.  Sedangkan Wakil Gubernur melihat langsung ke Kecamatan  Carita, Kabupaten Pandeglang, Minggu (23//12//2018). 

Sejak Sabtu malam (22/12) Pemerintah Provinsi (Pemprov)  Banten melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah langsung menyiapkan dan menyalurkan bantuan ke lokasi bencana. Bantuan dikirimkan ke Labuan, Tanjung Lesung di Cigeulis, dan Carita ditampung di Jiput dan Mandalawangi Kabupaten Pandeglang.  Sedangkan bantuan untuk di wilayah Kabupaten Serang ditempatkan di Rumah Sakit dokter Drajat Prawiranegara Kabupaten Serang. 

Selain bantuan logistik yang sudah disiapkan oleh BPBD, Pemprov  Banten menyiapkan dan menyalurkan bantuan tenaga medis berikut obat-obatan melalui Dinas Kesehatan Provinsi Banten berjumlah 4 dokter spesialis, 1 dokter umum, 7 perawat, 1 anastesi, dan 2 orang tenaga penunjang, serta 17 jenis obat-obatan untuk pertolongan pertama korban bencana.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten mengirimkan alat berat guna membantu evakuasi korban-korban yang masih terjebak dan membersihkan puing-puing yang menghalangi akses evakuasi. Selain itu, Dinas Sosial Provinsi Banten secara sigap menyiapkan dapur umum serta menyiapkan tenda pengungsian guna melayani para korban bencara.

Dalam berbagai kesempatan Gubernur memerintahkan aparatur Pemprov Banten untuk  benar-benar mempersiapkan , penanggulangan bencana secara cepat.  “Apabila di BPBD Provinsi Banten masih kurang, kita langsung minta ke pusat melalui BNPB,” ujar Gubernur.

Selanjutnya Gubernur mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terbawa isu-isu yang belum jelas sumber dan kebenaranya.

Kepala Bidang Aplikasi Informatika dan Komunikasi Publik, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Provinsi Banten H. Amal Herawan Budhi mengatakan bantuan dari Pemprov Banten sudah disalurkan sesaat bencana terjadi.  Bantuan tersebut, menurut Amal, berupa paket sandang, pakaian anak, paket makanan, dan lain-lain. Selain itu, ke lokasi bencana di drop peralatan seperti perahu karet, tenda pengungsi, tambang, genset, kantong mayat, masker dan lain-lain.  

Bantuan dari Pemprov Banten sudah diluncurkan sejak Sabtu malam. “Pemprov Banten berupaya menanggulangi bencana secara cepat,” tutur Amal.  

Pemprov Banten membuat posko penanggulangan bencana diloaksi-lokasi bencana, seperti di Carita, Labuan, Panimbang, Anyer yang dikoordinasikan dari Posko Bencana Provinsi di Kantor BPBD Provinsi Banten.   Berbarengan dengan itu, Dinas Kesehatan Provinsi Banten sudah menerjunkan tim medis ke lokasi bencana. 

Sebagaimana diketahui pesisir Barat Provinsi Banten diterjang tsunami dan gelombang tinggi pada Sabtu malam tadi. Akibat bencana tersebut, menurut data Dinas Kesehatan Provinsi Banten melalui posko-posko darurat yang didirikan di Puskesmas di lokasi bencana sampai dengan pukul 14.00 WIB, sebanyak 135 orang meninggal dunia dan  598 orang mengalami luka-luka. Sedangkan kerugian material sebanyak 443 rumah rusak, 11 kendaraan roda 4 (empat) serta 53 kendaraan roda 2 (dua) rusak. (*/pur)

Post a Comment

0 Comments