Pers Indonesia Coba Melawan Berita Hoax

Baca Juga

Para panelis seminar Melawan Berrita Hoax. 
(Foto: Istimewa)


NET - Pada era media sosial seperti saat ini, sebaran hoax (berita bohong) menjadi  sesuatu yang sangat serius. Dampaknya dapat mengacaukan masyarakat, tidak hanya di jagat maya, melainkan juga di kehidupan nyata. 

Hal disampaikan oleh Firdaus Ansueto, Kepala Bidang Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, dalam Siaran Pers yang diterima Redaksi TangerangNet.om, Jumat (23/11/2018). 

Banyak kasus buruk yang terjadi akibat hoax, kata Firdaus, karena banyak oknum yang memang sengaja memanfaatkan hoax sebagai senjata perang mereka. Terlebih pada tahun politik seperti saat ini.

Akhir-akhir ini hoax menjadi perbincangan serius di negara ini seiring dengan maraknya berita palsu di jagat media sosial. Keberadaannya pun semakin meresahkan dan dinilai bisa menjadi ancaman serius bagi stabilitas keamanan dan ekonomi nasional. Wajar saja ketika Presiden Joko Widodo begitu khawatir terhadap “berita bohong” atau hoax yang akan berdampak bagi stabilitas ekonomi dan politik di Indonesia, kata Firdaus. 

Media sosial yang berkembang begitu cepat, kata Firdaus, telah mendorong distribusi informasi ke seluruh masyarakat tanpa filter yang cukup, sehingga sulit sekali bagi orang awam untuk mengidentifikasi informasi yang valid (benar) atau tidak. Dalam konteks ekonomi, hoax punya efek yang besar terhadap perekonomian.

Menurut Firdaus, hoax mampu mempengaruhi ekspektasi dan perilaku masyarakat yang pada akhirnya mempengaruhi keputusan berekonomi (konsumsi dan berinvestasi). Oleh karena itu, sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk preventif menjaga viralnya hoax sehingga tidak merugikan bisnis dan ekonomi secara umum.

Salah satu cara yang dilakukan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), kata Firdaus, adalah dengan mengadakan seminar nasional  Pers Indonesia Melawan Berita Hoax dengan tema “Seberapa Berbahayanya Hoax Itu Mempengaruhi Ekonomi di Indonesia”. 

Seminar ini diadakan di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (22/11/2018) yang dihadiri oleh pelaku dunia usaha, direktur perusahaan, regulator, dan mahasiswa.

Acara seminar diawali dengan kata sambutan dari ketua umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Atal S Depari yang dan Welcome Speech dari Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara. 

Hadir sebagai narasumber pada acara seminar tersebut Dirjen IKP Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Niken Widiastuti, Ketua Dewan Pers (DP) Yosep Adi Prasetyo, VP Corporate Communications PT Pertamina (Persero) Adiatma Sardjito, dan Praktisi Media Sosial Nukman Luthfie. Diskusi panel tersebut bertindak sebagai  moderatori adalah Pemimpin Redaksi Warta Ekonomi Muhamad Ihsan. (*/pur)

Post a Comment

0 Comments