Pegadaian Tarik Nasabah Dari Kedai Kopi

Baca Juga

Sunarso saat peluncuran Gade Coffee
& Gold di kantor Pusat Pegadaian. 
(Foto: Dade Fachri/TangerangNet.Com) 


NET - PT Pegadaian (Persero) terus melakukan inovasi, salah satunya dengan meluncurkan The Gade Coffee & Gold untuk menyasar segmen anak muda. Kafe ini didirikan untuk menarik kalangan milenial agar tertarik dan menjadi nasabah Pegadaian.

"The Gade Coffe & Gold merupakan ruang publik (co-working space) yang tepat untuk nongkrong sekaligus bekerja yang nyaman sambil melakukan diskusi bisnis atau ngopi sambil bekerja. Saat ini, ngopi sudah menjadi gaya hidup semua kalangan masyarakat termasuk anak muda," kata Direktur Utama Pegadaian  Sunarso, Rabu (7/11/208).

Sunarso meresmikan outlet ke-19 The Gade Coffee & Gold itu
, di Kantor Pusat Pegadaian, Jalan Kramat Raya No. 162, Jakarta Pusat.

Kafe tersebut merupakan ke-19 tersebar di berbagai kota di Indonesia. “Jadi sebagian masyarakat yang masih malu-malu datang di outlet dapat melakukan transaksi di kafe, dan karyawan kami akan melayani transaksi mulai pukul 10 pagi-10 malam,” ungkap Sunarso.

Sunarso mengungkapkan The Gade menyediakan cita rasa kopi khas Indonesia yang diracik oleh barista-barista muda. Kopi-kopi berkualitas terbaik di Indonesia, seperti Blue Raung (Ijen), Gayo, Toraja dan berbagai varian kopi lainnya.

Adapun yang unik dari layanan kopi di kafe ini, kata Sunarso, disajikan dengan gelas atau cangkir yang dihias dengan ornamen khas anak muda. Tetapi pembuatan The Gade ditujukan untuk menambah kenyamanan nasabah dalam melakukan transaksi di Pengadilan.

"Pegadaian tidak ingin mengembangkan bisnis kafe, juga informatif karena berisi informasi tentang beragam produk yang ditawarkan oleh Pegadaian. Untuk mempertahankan supremasinya sebagai market leader di bisnis gadai, PT Pegadaian (Persero) terus melakukan transformasi," ungkap Sunarso.

Persaingan bisnis gadai, imbuh Sunarso, semakin ketat dengan dibukanya kesempatan kepada swasta dan koperasi untuk membuka usaha gadai. Begitu pula dengan munculnya bisnis fintech yang menjamur.

"Transformasi yang dilakukan menyentuh sektor kulturan dan digital tersebut, dilakukan untuk meningkatkan kecepatan dan akurasi proses bisnis juga dimanfaatkan untuk memperluas jaringan distribusi," katanya. (dade)

Post a Comment

0 Comments