Kementerian Pertanian Belum Hitung Banten Sentra Produksi Jagung

Baca Juga

Sekjen Kementan Syukur Iwantoro (tengah)
saat memberi penjelasan kepada wartawan. 
(Foto:DadeFachri/TangerangNet.Com) 


NET - Kementerian Pertanian (Kementan) belum menyatakan Provinsi Banten sebagai sentra produksi jagung nasional. Produksi jagung nasional tersebut tersebar di sentra; Jawa Timur, Jawa Tengah, Gorontah, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Gorontalo, Lampung, dan provinsi lainnya.

"Berdasarkan data Direktorat Jenderal Tamanan Pangan (Ditjen TP) Kementan, produksi jagung dalam lima tahun terakhir meningkat rata-rata 11,06 persen dan produktivitas rata-rata meningkat 1,42 persen (BPS 2018)," tutur Sekretaris Jenderal Kementan Syukur Iwantoro kepada wartawan, Sabtu (3/11/2018) di Jakarta.

Perkiraan ketersediaan produk jagung November sebesar 1,51 juta dengan luas panen 282.381 hektar. Sementara Desember 1,53 juta ton denganl uas panen 285.993 hektar. Produksi ini, tersebar di sentra produksi Jawa Timur, Jawa Tengah, Gorontah, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Gorontalo, Lampung, dan provinsi lainnya.

Produk jagung nasional 2018 surplus, kata Syukur, bahkan telah melakukan ekspor ke Filifina dan Malaysia. Kelebihan produk tersebut, diperoleh setelah menghitung perkiraan produksi 2018 dikurangi dengan proyeksi kebutuhan jagung nasional.

 Syukur Iwantoro mengatakan hal tersebut sekaligus menipis anggapan pakan ternak yang naik belakangan ini, diakibatkan oleh melesetnya data produksi.

"Dari sisi kebutuhan, berdasarkan dari Badan Ketahanan Pangan (BPK) Kementan kebutuhan jagung tahun ini, diperkirakan sebesar 15,5 juta ton PK, yang terdiri atas pakan ternak sebesar 7,76 juta ton PK dan, untuk benih 120 ribu ton PK dan industri pangan 4,76 juta ton PK. Artinya Indonesia masih surplus sebesar 12,98 ton juta PK, bahkan Indonesia telah ekspor jagung ke Filipina dan Malaysia sebanyak 372.990," ujarnya.

Syukur mengungkapkan secara umum produksi jagung nasional saat ini sangat baik, di wilayah Indonesia Barat panen terjadi pada Januari-Maret, atau mencakup 37 persen dari produksi nasional. Sedang di wilayah Indonesia Timur, panen cenderung mulai April-Mei, sentra produksi jagung tersebar yang di 10 Provinsi yakni, Jatim, Jateng, Sulsel, Lampung, Sumut, NTB Jabar, Gorontalo, Sulut, dan Sumbar.

"Total produksinya sudah mencapai 24,24 juta ton PK. Artinya 83,8 persen produksi jagung berada di provinsi sentra tersebut berjalan dengan baik," ungkap Syukur. (dade)

Post a Comment

0 Comments