SOROT TANGERANG – Ingat, kasus penyelundupan sabu terbesar di dunia yang dilakukan oleh jaringan narkotika internasional Hongkong dengan memanfaatkan tenaga nelayan di Pantai Dadap, Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi Kabupaten Tangerang, Banten, pada awal 2015 lalu.
Guna menindak lanjuti kasus tersebut, Selasa (10/3), Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan kapal yang digunakan untuk memuat sabu seberat 862 Kg itu dengan cara dibakar dan ditenggelamkan di laut, Dadap.
Sementara barang buktinya berupa sabu seberat 862 Kg itu telah dimusnahkan terlebih dahulu dengan cara dibakar dalam mesin insenerator di Garbage Plan Bandara Internasional Soekarno Hatta, Selasa (27/1) lalu.
"Kami sengaja membakar dan menenggelamkan kapal itu dengan tujuan untuk membuat efek jera. Bahwa, kami tidak segan-segan bertindak tegas kepada siapa pun, termasuk nelayan yang coba-coba membantu jaringan narkotika internasional menyelundupkan barang haramnya ke Indonesia," tegas Dedi Fauzi Elhakim, Deputi Bidang Pemberantasan BNN di sela-sela pemusnahan kapal itu.
Dedi menjelaskan kapal yang dimusnahkan tersebut, merupakan kapal yang telah menerima sabu dari sebuah kapal fiber milik jaringan narkotika Hongkong di kepulauan seribu. Kemudian sabu seberat 862 Kg itu dibawa dengan kapal kecil ke pelabuhan tikus di kawasan Dadap, Kabupaten Tangerang.
Selanjutnya dikirim ke kawasan Lotte Mart, Taman Surya, Kalideres, Jakarta Barat. Di kawasan itu, kata Dedi, empat orang warga Hong Kong yaitu WCP, 41, TSL, 40, SUF, 33 dan CHM, 34, beserta satu warga Malaysia lainnya TST, 48 dan dua warga Indonesia, AS, 28, dan SN, 39, dibekuk.
Setelah dikembangkan akhirnya petugas juga mengamankan S, 36, dan A, 21 nahkoda dan ABK kapal yang sedang bersandar di Dadap. "Ternyata jaringan WCP ini dikendalikan oleh seorang warga negara Hong Kong," ungkap Dedi.
Dan untuk memasukkan sabu melalui jalur laut di kawasan Dadap, kata Dedi, merupakan cara yang luar biasa. Pasalnya, lokasi itu jauh dari pantauan aparat keamanan. "Inilah cara-cara mereka untuk menyelundupkan barang haramnya. Selain melalui jalur legal seperti bandara dan pelabuhan, juga melalui jalur-jakur tikus seperti Dadap. Tujuannya untuk mengelabui petugas," papar Dedi.
Menyikapi hal itu, Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar mengatakan untuk mengantisipasi masuknya kembali jaringan narkotika via laut, pihaknya bekerjasama dengan Polisi Air dan Laut untuk mendirikan Pospol di kawasan Pantai Dada Kecamatan Kosambi, Tajung Pasir Kecamatan Teluknaga dan, Cituis Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang.
Namun demikian, lanjut Zaki, pihaknya juga meminta kepada petugas itu agar komitmen melakukan pemantauan selama 24 jam. Mengingat Kabupaten Tangerang memiliki pantai sepanjang 50 Km.
Berdasarkan pemantauan di Lokasi, untuk memasuki lokasi bongkar muat sabu itu, harus melalui lokalisasi Cheng In yang selama ini memang sulit dibersihkan oleh Pemda Kabupaten Tangerang. (man)
0 Comments