Berita Terkini

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

KH Chaeruddin Berpulang, Pokja Wartawan Harian Tangerang Raya Kenang Sosok Pengayom

KH Chaerudin semasa hidup mengisi
acara di kantor Sekretariat Pokja WHTR
dan Mus Mulyadi, Ketua Pokja WHTR.
(Foto: Istimewa)  



NET - Kabar duka menyelimuti masyarakat Kota Tangerang. Ketua Harian Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Raya Al-Azhom, KH Chairuddin bin H. Serin Mukhtar, menghembuskan napas terakhirnya pada Selasa 3 November 2026, pukul 14.25 WIB.

KH Chaerudin setelah berupang ke Rahmatullah disemayamkan di rumah duka   di Jalan Darma Bakti No. 19, RT 01 RW 04, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang.

“Ya, Pak Kiyai sebelumnya sudah pernah dirawat di rumah sakit. Kemarin sakit lagi lalu dibawa ke Rumah Sakit Primaya. Sekarang dirawat di ICU (Intensive Care Unit/Unit Perawatan Intensif-red). Kalau mau besuk jam 5 sore,” ujar istri KH Chaerudin saat masih dalam perawatan.

Almarhum, kata Istri KH Chaerudin,  sempat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Primaya, Jalan MH Thamrin, Kebon Nanas, sejak Selasa 27 Oktober 2026, pagi.

Kondisi kesehatannya kemudian menurun hingga dinyatakan kritis dan tak sadarkan diri pada Senin 2 November 2026, sebelum akhirnya berpulang ke Rahmatullah.

Kepergian almarhum tidak hanya menyisakan duka mendalam bagi jemaah Masjid Raya Al-Azhom, tetapi juga bagi kalangan insan pers di Kota Tangerang.

Ketua Pokja Wartawan Harian Tangerang Raya (WHTR) Mus Mulyadi mengungkapkan rasa kehilangan atas wafatnya ulama yang telah dianggap sebagai sosok orang tua dan pengayom bagi para wartawan tersebut.

"Keluarga besar Pokja Wartawan Harian Tangerang Raya merasa sangat kehilangan. Beliau bukan hanya sebagai guru, namun juga orang tua bagi kita semua di Pokja WHTR yang setiap hari Senin malam memimpin taklim pengajian," tuturnya.

Bukan hanya mengasuh pengajian, KH Chairuddin pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Tangerang semasa hidupnya juga selalu aktif mendukung dan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan sosial yang digelar Pokja WHTR seperti santunan anak yatim hingga buka puasa bersama.

Mus Mulyadi mengenang bagaimana almarhum selalu memberikan nasihat bijak agar para jurnalis memanfaatkan profesinya untuk menebar kebaikan dan menjaga integritas dalam berkarya.

"Beliau selalu memberikan ilmu dan mengingatkan kita semua untuk memberikan berita independen, jujur, dan tidak berpihak kepada siapapun. Dan yang sering sekali beliau sampaikan adalah dalam kondisi apapun saat sedang meliput atau bekerja, untuk tidak pernah sekalipun meninggalkan shalat lima waktu," kenang wartawan Radio Elshinta ini. (*/yos/pur)


Post a Comment

0 Comments