Dokter Tifa dan almarhum Wirawan Adnan
pada Kamis (17/9/2026) sebelum
dilaksanakan pembacaan Perlawanan
Kedua di PN Jakarta Timur.
(Foto: Istimewa)
“Tadi pagi almarhum masih sholat subuh di masjid,” ujar Ir. Miftah Ruyani, Ketua RT 002 RW 16, Kelurahan Duren Sawit, Kecamatan Jatinegara.
Berpulangnya almarhum yang akrab disapa Pak Iwang itu mengejutkan rekan sejawat terutama advokat tergabung dalam TPTD yang kini berjuang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur untuk membebaskan dokter Tiafauzia Tyassuma atau dokter Tifa jeratan hukum.
Dokter Tifa yang mendapat kabar bahwa anggota tim penasihat hukum ada yang meninggal dunia pun terkejut. “Saya sedang berada di Rumah Sakit (RS) Harapan Kita, ada keluarga yang kritis. Tetapi, saya akan usahakan secepatnya ke sana,” ucap dokter Tifa dalam pembicaraan di WhatsApp Grup (WAG).
Di rumah duka tampak warga sekitar rumah melayat dan sejumlah rekan sejawat. Ada dokter Tifa, Bunga Karima Mastha, Muhammad Lutie Hakim, Aziz Yanuar, dokter Taufiq Pasiak, dan handai tulan.
“Jenazah akan disholatkan di Masjid Solihin setelah sholat ashar. Setelah itu, akan diberangkatkan ke Pemakaman Al Azhar Karawang, Jawa Barat. Bagi yang mau ikut tapi tidak membawa kendaraan, akan disediakan bus,” tutur Miftah Ruhyani.
Informasi tersebut disampaikan Miftah untuk memberikan kesempatan kepada kerabat almarhum bila ingin ikut sholat dan sekaligus mengantar jenazah ke pemakaman.
Dokter Tifa yang merasa kehilangan, tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. “Semoga perjuangan Pak Iwang bersama kita selama 510 hari dicatat Allah SWT sebagai amal jariyah. Jihad fi sabilillah beliau yang terakhir. Semoga menjadi bekal akhirat yang indah. Amiiin Allahumma Amiiin,” tulis dokter Tifa.



0 Comments