Wagub Banten Achmad Dimyati Natakusumah
pada turnamen catur serahkan bantuan sosial.
(Foto: Istimewa)
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Achmad Dimyati Natakusumah pada pembukaan Turnamen Catur Piala Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten Antarpelajar Tingkat SLTA/Sederajat se-Provinsi Banten. Acara yang digelar guna memeriahkan Dies Natalis ke-64 UIN SMH Banten di Multifunction Hall Kampus 2 UIN SMH, Kota Serang, pada Kamis (15/10/2026).
"Kalau kita bermain catur, filosofinya dalam sekali. Catur mengajarkan kita untuk saling menjaga dan saling mendukung dalam setiap langkah guna mencapai tujuan," ungkap Wagub Dimyati.
Dimyati menganalogikan bidak pion dalam catur yang selalu membutuhkan pendampingan dan perlindungan. Dengan strategi dan langkah yang tepat, bidak pion tersebut bahkan dapat berpromosi menjadi buah catur lain yang lebih kuat.
"Ini sama seperti generasi muda yang membutuhkan mentor, pendamping, dan pelindung agar mereka dapat mencapai cita-cita," tuturnya.
Wagub Dimyati menuturkan catur melatih kesabaran dan kehati-hatian. Hal ini mengingatkan setiap keputusan harus diperhitungkan dengan matang agar langkah berikutnya tidak berakibat fatal.
"Dalam permainan catur, jika salah melangkah akan berdampak buruk, dan ini sama halnya dengan kehidupan. Kita harus memikirkan setiap langkah agar berkelanjutan. Catur mengajarkan kita untuk tidak mengorbankan satu sama lain, karena kita tidak bisa berjalan sendirian," paparnya.
Sebagai informasi, Turnamen Catur Piala Rektor UIN SMH Banten ini diikuti oleh 54 pelajar tingkat SLTA/Sederajat dari berbagai wilayah di Provinsi Banten. (*/yos/pur)



0 Comments