Berita Terkini

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Terdakwa Ng Meiliani Tidak Kenal Saksi Korban Penipuan Netty Malini

Terdakwa Ng Meiliani.
(Foto: Istimiwa)  


NET - Terdakwa Ng Meiliani menyatakan tidak mengenal Netty Malini, saksi korban kasus penipuan dan penggelapan uang investasi Rp 22 miliar. Ng Meiliani terus terang mengatakan  tidak pernah bertemu dengan Netty Malini, apalagi menjanjikan keuntungan bagi investor tersebut sebesar dua persen setiap bulan.

Hal itu diungkapkan Ng Meiliani saat diperiksa sebagai terdakwa dalam sidang lanjutan kasus penipuan dan penggelapan dengan terdakwa Alex Wijaya, Presdir PT Innovack, dan Ng Meiliani (Komisaris PT Innovack) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Senin  (16/8/2021).

Terdakwa Meiliani menyebutkan diberi kedudukan sebagai Komisaris PT Innovack karena perusahaan itu milik keluarganya. "Saya kayak dipatok ayah saja sebagai Komisaris, tidak melalui RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham-red) atau rapat-rapat gitu.  Artinya, hanya pinjam nama saya saja. Saya sendiri bersedia demi bantu-bantu bisnis ayah," tutur terdakwa Ng Meiliani.

Ng Meiliani membantah keterangan saksi-saksi di persidangan bahwa dirinya ikut ayahnya Alex Wijaya menemui Netty Malini di Senayan City menawarkan investasi kepada saksi korban. "Bagaimana mungkin saya ikut presentasi atau pertemuan dengan Netty Malini orangnya saja saya tidak kenal," ucap Ng Meiliani.

Ketika ditanya majelis hakim dari mana tahu Netty Malini investasi di PT Innovack, Ng Meiliani menjawab saat diri mengikuti PKPU di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur. Ada tercatat di  situ nama Netty Malini sebagai kreditur untuk PT Innovack," ungkapnya.

Sebagai Komisaris PT Innovack Ng Meiliani juga menyatakan tidak pernah memeriksa keuangan PT Innovack. Dia lebih fokus ke pemasaran produk perusahaan tersebut. Kalaupun dia menyentuh keuangan, hanya untuk pembayaran gaji saja. Jumlahnya berkisar Rp 600 juta sampai Rp 800 juta setiap bulan. Gaji ayahnya Alex Wijaya sebagai Presdir PT Innovack Rp 150 juta setiap bulan. Sedangkan gaji Ng Meiliani sebagai Komisaris PT Innovack Rp 40 juta setiap bulan. “Kalau gaji saya, ayah yang serahkan kepada saya,” tutur terdakwa Ng Meiliani.

Ketika ditanya Ketua Majelis Hakim Tumpanuli Marbun SH MH kenapa gajinya tidak diambil sendiri, Ng Meilani menyebutkan gaji itu bersifat rahasia bagi mereka. Dia juga mengaku sadar bahwa urusan penggajian sebenarnya buakn kewenangannya dan tugasnya. Tetapi ayahnya menugaskannya begitu, maka mau tidak mau harus dijalankannya mengingat perusahaan yang mereka kelola milik keluarganya sendiri.

Usai memberi keterangan sebagai terdakwa, Ng Meiliani berharap majelis hak im memvonis dirinya bebas dari dakwaan maupun tuntutan hukum. Hal itu diutarakannya ketika tim penasihat hukumnya mempersilakannya mengajukan permohonan kepada majelis. Namun mendengar itu majelis hakim langsung menyatakan permohonan itu dimasukkan saja di dalam pledoinya nantinya. (*/pur)

 

Post a Comment

0 Comments