Bupati Zaki Tiadakan Open House Idul Fitri

Baca Juga

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar.
(Foto: Dokumenta TangerangNet.Com)




NET - Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar memastikan tidak menggelar open house di Gedung Pendopo Bupati Kota Tangerang saat perayaan Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada Minggu (24/5/2020). Hal tersebut dikatakan Zaki melalui pesan tulis kepada wartawan.

"Kami mohon maaf kepada seluruh pegawai dan staf di masing-masing OPD (Organisasi Perangkat Daerah-red) dan kecamatan, di ruang lingkup Pemkab Tangerang, serta seluruh warga Kabupaten Tangerang, karena saat ini kita sedang melaksanakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar-red), saat  Idul Fitri open house ditiadakan," terang Zaki.

Zaki mengatakan saat ini, Pemkab Tangerang melalui gugus tugas sedang berusaha semaksimal untuk memutus mata rantai Covid-19. Alasan open house ditiadakan karena menjadi pemicu berkerumunnya orang. Apalagi akan terjadi kontak fisik antara tamu saat keluar masuk.

"Untuk mencegah terjadinya penularan, kita cukup diam di rumah. Jika ingin ke luar maka kita harus mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditetapkan, tapi lebih aman di rumah," tutur Zaki.

Meski perayaan Hari Raya Idul Fitri, kata Zaki, namun pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) tetap diberlakukan, cek point yang sudah ditentukan tetap dijaga petugas. 

Untuk malam takbiran, imbuh Zaki, tidak melarang masyarakat atau pengurus masjid dan musholah untuk menyemarakkan malam takbiran. Bahkan melalui surat edaran membolehkan kumandang takbiran di masjid dan mushola dengan pengeras suara.

“Agar tidak melakukan kegiatan takbiran keliling, mengumandangkan takbir cukup dilakukan di masjid atau mushola dengan mengunakan pengeras suara,” tutur Zaki 

Akan tetapi, anjuran tersebut memiliki syarat yakni dengan tidak berkerumun dan membatasi jumlah maksimal masyarakat yang berada di masjid atau mushola saat malam takbiran berlangsung, kata Zaki.

“Penangungjawab masjid atau musala untuk wajib menghidupkan malam Idul Fitri dengan takbir, tahmid, tahlil menyeru keagungan Allah SWT baik dimasjid, atau mushola dengan tetap membatasi jumlah orang maksimal 5 orang,” tukasnya. (ran)

Post a comment

0 Comments