Asesor Harus Jaga Etika Saat Laksanakan Tugas Visitasi Ke Sekolah

Baca Juga

Ketua BAN SM Provinsi Banten Fitri Hilmiyati (membelakangi lensa) 
saat menyampaikan materi peran akreditasi dan peserta serius menyimak. 
(Foto: Syafril Elain/TangerangNet.Com)    

NET – Sedikitnya 385 orang asesor akan terjun ke sekolah dan madrasah di delapan kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Banten untuk melakukan visitasi guna memproses akreditasi. Saat menjalankan visitasi ke sekolah dan madrasah, asesor diminta menjaga etika.

“Setiap asesor harus menjaga etika agar dalam pelaksanaan proses akreditasi berjalan secara obyektif dan professional,” ujar Undang Ruslan Wahyudin, anggota Badan Akreditasi Nasional Sekolah Madrasah (BAN SM) Provinsi Banten kepada wartawan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (17/8/2018).

Undang menyebutkan tugas visitasi yang akan dilakukan oleh asesor adalah sangat mulia sehingga tidak perlu terjadi tindakan tidak terpuji. Misalnya, asesor tidak boleh melakukan penekanan atau ancaman kepada kepala sekolah dan madrasah dengan alasan apapun. Bila ditemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan data yang sudah disampaikan pihak sekolah dan madrasah melalui Sistem Pelayanan Akreditasi (Sispena) secara online, cukup dibuatkan catatan dan dituangkan dalam laporan.

“Tugas asesor itu lebih banyak melakukan pengamatan dan klarifikasi saat sampai di sekolah dan madrasah. Ya, professional saja,” ucap Undang.

Sebelumnya, BAN SM Provinsi Banten telah melakukan pembekalan asesor di Hotel Horison Ultima Ratu, Jalan KH Abdul Hadi, Kota Serang, Kamis (16/8/2018). Asesor yang diundang 385 orang untuk pembekalan dari delapan kabupaten dan kota itu disyaratkan untuk membawa laptop.

“Kita memang menyarankan dan bahkan mewajibkan kepada asesor untuk membawa laptop saat pembekalan. Selain materi tentang peran akreditasi, mekanisme, dan etika asesor, juga diberikan materi Sispena,” ujar Ketua BAN SM Provinsi Banten Fitri Hilmiyati.

Saat penyampaian marteri Sispena, kata Fitri, asesor diberi pengetahuan tentang pengisian data pelaporan tentang hasil visitasi. Tim dari Sekretariat BAN SM Provinsi Banten langsung menjadi instrutur pada materi Sispena.

“Asesor pada saat itu langsung dibimbing untuk mempraktekan cara pengisian data hasil visitasi. Hal ini dimaksudkan agar saat visitasi selesai, para asesor diharapkan tidak ada alasan menunda membuat laporang secara online karena sudah diberi bimbangan sekaligus praktek,” ujar Fitri.

Bahrudin, salah seorang asesor asal Kabupaten Tangerang yang hadir pada acara tersebut mengatakan pembekalan itu penting dilaksanakan agar ada kesamaan pemikiran, perbuatan, dan tindakan saat asesor melakukan visitasi. “Apalagi sekarang jumlah sekolah dan madrasah banyak sekali dan begitu jumlah asesor. Sekarang jumlah asesor kan mencapai ratusan, sebelumnya hanya puluhan,” ucap Bahrudin. (ril)



Post a Comment

0 Comments