Berita Terkini

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Terduga Teroris Di Banten Dan Teori Agenda Setting

Memed Chumaedi
(Foto: Dokumentasi pribadi)  
Oleh Memed Chumaedi

MEMANG bila  dilihat dari skema dan struktur opini publik dikesankan untuk mengalihkan isu atas serangkaian kejadian belakangan ini yakni terjadi perseteruan antaran transportasi online (baca ojek) dan ditembak terduga teroris di Banten.

Tapi, saya mencoba menengahi dari dua duduk persolan ini: satu,  menarik isu-isu  kontroversial bulan ini menandai bahwa ada kesan settingan. Hal ini bila dilihat dari teori Agenda  Setting. Teori agenda setting menekankan adanya hubungan positif antara penilaian yang diberikan media pada suatu persoalan tersebut. Dengan kata lain, apa yang dianggap penting oleh media, akan dianggap penting  juga oleh masyarakat. Apa yang dilupakan media, akan luput juga dari perhatian masyarakat.

Adapun efek dari agenda setting model terdiri atas efek langsung dan efek tidak langsung. Efek langsung berkaitan dengan isu: apakah isu itu ada atau tidak ada dalam agenda khalayak; dari semua isu, mana yang dianggap paling penting menurut khalayak; sedangkan efek lanjutan berupa persepsi (pengetahuan tentang peristiwa tertentu) atau tindakan.                        

Nah, untuk kasus terduga teroris jika dirunut dari teori di atas bahwa faktanya ada terduga teroris, ojek online, dan angkot pun faktanya ada. Sulit untuk melihat agenda settingan dari beberapa persoalan tersebut.                        

Pasti publik akan menilai kebenaran adanya terduga teroris itu, walaupun ada opini yg menggiring bahwa hal tersebut benar menjadi agenda settingan.                       

Akan tetapi jika dikaitkan dalam 2 kasus (terduga teroris dan ojek online) keyakinan saya bahwa kasus tersebut tidak bisa digeneralisir sebagai settingan untuk menutupi kasus Pemilihan Gubernur (Pilgub) yang sedang diselesaikan di Mahkamah Konstitusi (MK). Faktanya kasus ojek online, rupanya ini bukan hanya di Tangerang tapi di daerh lain pun terjadi. Untuk terduga teroris pernah beberapa kali  terjadi di Banten pun, dijadikan tempat untuk penyelesaian eksekusi terduga terorisnya.       
                
Saya masih selalu berfikir bahwa 2 kasus itu murni sebagai akibat dari persoalan yang  tidak tuntas dihadapi oleh negara dan seolah negara belum hadir di tengah-tengah  persolan yg terjadi saat ini. ***

Penulis adalah:
Dosen pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP),
Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT).



Post a Comment

0 Comments