ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Gubernur Banten H. Wahidin Halim saat membubuhkan tanda tangan 
di atas prasasti:  peraturan daerah larangan minuman beralkohol. 
(Foto: Istimewa)  

NET – “Saya sudah lama tidak bertemu dengan Ketua RT (Rukun Tetangga-red), RW (Rukun Warga-red), lurah. Saya kembali lagi menyapa masyarakat Kecamatan Larangan, saya jadi Gubernur Baten juga karena masyarakat. Yang saya salut, kendati menelan biaya miliaran rupiah tetapi masjid ini mampu direnovasi dengan baik,” ujar Gubernur Banten H. Wahidin Halim.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan hal itu saat meresmikan Masjid Jami Al-Barokah setelah direnovasi di Larangan Utara, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, mengapresiasi masyarakat setempat lantaran secara swadaya menjaga tempat ibadah yang sudah berdiri sejak 1933 tersebut.

Pemerintah Provinis (Pemprov) Banten sekarang ini, kata Wahidin, memang sudah mengalokasikan anggaran membantu untuk pembangunan atau renovasi masjid termasuk menggelontorkan anggaran buat pesantren.

Karena keberadaan tempat ibadah sangat penting bagi kontrol sosial masyarakat. Makanya program positif yang dahulu banyak dimunculkan di Kota Tangerang, Wahidin mengaku akan dibawanya ke Provinsi Banten. 

Kasus yang mencuat dan menimpa masyarakat seperti maraknya keracunan minuman keras (miras, red) hingga menelan korban jiwa, prostitusi yang merajalela, dan banyak persoalan sosial merupakan lantaran ada faktor keimanan yang masih kurang.

“Selain meluncurkan program pembangunan tempat ibadah atau renovasi masjid tetapi Perda Miras dan Pelarangan prostitusi akan dimunculkan di Banten,” ucap Gubenur, Jumat (13/4/2018).

Gubernur menjelaskan proyek Banten Lama sekarang sedang digarap. Kalau sudah rampung nanti akan menjadi acuan pengunjung kalau peradaban Islam di Banten menjadi tolok ukur kehidupan sosial.

“Sesuai dengan eksistensi sejarah Islam Banten, secara sistem memang sedang kita buat perubahan. Tetapi dukungan anak muda Banten yang cerdas beriman harus diciptakan juga supaya sejalan,” kata pria yang kerap disapa WH.

Pasalnya, penggunaan media sosial di kalangan anak muda hanya dengan telepon seluler yang dimilikinya merupakan ancaman negatif sosial jika tidak mampu dikontrol orangtuanya.

“Jangan ibu-ibunya (orang tua, red) juga malah genit untuk selfie di hand phone. Anak-anak nanti siapa yang menjaga (menegur) kalau orangtuanya seperti itu. Suruh anaknya datang ke masjid untuk mengaji supaya imannya kuat,” kata Wahidin Halim.

Maka itu, kata WH, semakin banyaknya tempat ibadah harus dimanfaatkan secara baik. Bisa untuk mengaji. Pembangunan renovasi masjid secara swadaya di Kecamatan Larangan contoh bagi daerah lain agar mandiri juga. (*/ril)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top