ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (tengah), Sadarestuwati 
(anggota DPR RI), Prof. Sri Widiyantoro Ph.D, Kepala PSGT BMKG   
Dr. Jaya Murjaya, dan Dr. Deni Septiadi: perlu simulasi gempa. 
(Foto: Dade Fachry/tangerangnet.com)  

NET - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berjanji memberikan dana bantuan kepada Badan Meteorologi Klimstologi, Geofisika (BMKG), karena minimnya anggaran yang ada sebesar Rp.1,7 triliun dalam mendeteksi gempa.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, kata Sandiaga, akan menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan BMKG, yang salah satu poinnya adalah pemberian dana bantuan. Oleh karena itu, BMKG tidak perlu khawatir karena Pemprov DKI siap membantu dana.

“Diskus ilmiah ini amat penting bagi Jakarta mengingat saat ini Jakarta belum siap menghadapi gempa berskala besar," ujar Sandiaga, Rabu (28/2/2018) pada acara diskusi “Gempabumi Megathrust Magnitudo M 87 Siapkah Jakarta?”, di ruang Auditorium BMKG, Jalan Angkasa I, No.2 Kemayoran, Jakarta Pusat.

Sandiada menjelaskan pada gempa terakhir yang terjadi di Jakarta pada 26 Januari 2018 lalu sebesar 6,1 SR meninggalkan kerusakan yang cukup banyak bahkan kepanikan. “Saya rasa belajar dari sejarah, gempa itu telah terjadi beberapa kali di Jakarta. Bahkan pada 26 Januari lalu, saya lagi bertemu bersama para anchor televisi tiba-tiba melihat lampu gantung di Balai Kota itu bergoyang.  Rupanya  saat melihat lampur bergoyang seperti itu saja, kita belum siap,” ungkap Sandiaga.

Oleh karena itu, kata Sandiaga,  harus ada persiapan dan pencegahan apalagi Jakarta sedang dalam kondisi membangun banyak infrakstruktur seperti Light Rail Transit (LRT),  Mass Rapid Transit (MRT), jalan layang tol, jalan layang non tol, dan lain sebagainya.

“Saya berharap agar diadakan edukasi dan simulasi bagi pelajar khususnya pelajar sekolah dasar dan menengah untuk menghadapi gempa," ujarnya.

Hal tersebut, kaa Sandiaga, dipelajarinya dari negara Jepang saat berkunjung  beberapa hari lalu. “Saya datang ke Jepang berkunjung di Disaster Prevention Park, tempat disimulasikan gempa itu seperti apa dan  bagaimana antisipasinya,” ungkap Sandiaga.

Mereka, kata Sandiaga, menanamkan budaya dan mindset bahwa kota ini rentan terhadap bencana. “Alhamdulillah DKI Jakarta punya banyak lahan. Mungkin Jakarta  dengan BMKG bekerja sama membuat semacam park tersebut. Ini bisa menjadi isu utama bagi warga DKI Jakarta," ujar Sandiaga berharap. (dade)


Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top