ads


Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Dianti Dyah Cahayani Putri semasa hidup: melintas underpass saat pulang kerja.
    (Foto: Istimewa)  
NET - Polres Metro Kota Bandara Soekarno Hatta, bersama tim dari Puslabfor Mabes Polri, Selasa (6/2/2018) melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi ambrolnya tembok Underpass di Jalan Perimeter Selatan, Bandara Soekarno Hatta yang  menewaskan satu orang korban dan satu orang lainnya harus dirawat di rumah sakit.

Olah TKP dilakukan, dengan tujuan untuk mengetahui penyebab ambrolnya tembok Underpass yang baru dibangun dan dioperasikan pada  Januari 2018 lalu.  "'Kami lakukan olah TKP ini untuk mengetahui apa penyebab ambrolnya tembok Underpass,'' ujar Kapolres Metro Kota Bandara Soekarno Hatta Komisaris Besar (Kombes) Akhmad Yusep Gunawan, di lokasi kejadian.

Dalam olah TKP tersebut, Kata Kapolres, pihaknya mendatangkan PT Waskita Karya, selaku penyelenggara proyek. " Selain kami datangkan, kami juga menyita sejumlah dokumen milik PT Waskita Karya untuk dilakukan penyelidikan,'' tutur Kapolres.

Selain itu, kata Kapolres, pihaknya juga memanggil enam orang saksi dari pihak avsev, PT Waskita Karya dan masyarakat yang mengetahui atas ambrolnya tembok Underpass yang atasnya dilalui oleh kereta Bandara Soekarno Hatta.

"Hasil dari pemeriksaan saksi-saksi ini, nanti disinkronkan dengan fakta-fakta yang ada di lapanga,'' ungkap Kapolres.

Ditanya apakah  hasil dari penyelidikan  ditemui adanya pelanggaran atas pembangunan Underpass yang bagian atasnya dilalui kereta Bandara Sokarno Hatta, Kapolres enggan menjelaskan.

Namun demikian, kata Kapoles saat olah TKP,  pihaknya dan Puslabfor menemukan adanya keretakan di dinding Underpass. "Kami juga belum bisa memastikan apakah longsor dan ambrolnya tembok itu karena dipicu oleh retaknya dinding di bagian Undepss," ucap Kapolres.

Akibat tembok Underpass itu roboh, Dianti Dyah Ayu Cahyani Putri,25, meninggal dunia dan Mukhmainnah Syamsudin, dirawat di Rumah Sakit Siloam Gleanegle, Karawaci, Tangerang. Kedua karyawati PT Garuda Maintenace Fasilities (GMF) itu tertimbun tembok yang ambrol disaat ia baru pulang dari kerjanya di Bandara Soekarno Hatta. (man)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top