ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Kapolres Metro Bandara Soekarno Hatta Komisaris Besar (Kombes) 
Akhmad Yusep Gunawan (tengah) akrab dengan sinpatisan Habib Rizieq. 
(Foto: Istimewa)   

NET - Ribuan simpatisan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) , Habib Rizieq Syihab, yang berusaha masuk ke area Bandara Soekarno Hatta (BSH), Rabu (21/2/2018) membubarkan diri setelah mendengar yang bersangkutan menunda ke pulangannya ke Indonesia.

Hal itu terjadi setelah para delegasi dari mereka mendapat kabar dari Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 sekaligus Juru Bicara DPP FPI, Slamet Maarif.  "Kami  sampaikan kepada mereka bahwa berdasarkan komunikasi terakhir dengan guru kita, Imam kita, Habib Rizieq Syihab, beliau menunda kepulangannya ke Indonesia," ujar Slamet Ma'arif.

Habib menunda kepulangannya, kata dia, karena yang bersangkutan akan melakukan shalat istikharah terlebih dahulu, untuk mendapatkan petunjuk  dari yang  Maha  Esa, kapan waktu yang terbaik kembali ke Indonesia.

Karenanya, kata dia, para simpatisan yang sudah berkumpul di sekitar BSH, segera meninggalkan lokasi dengan baik.  "Kami minta pada semua teman-teman agar kembali ke rumahnya masing-masing dengan baik,'' ucap dia.

Sementara itu, Kasubbag Humas Polresta Bandara Soekarno Hatta Ipda Prayogo mengatakan kepulangan para simpatisan tersebut tidak ada pengawalan. Karena mereka berlaku tertib. "Kami tidak melakukan  pengawalan karena para simpatisan  bubar dan meninggalkan sekitar BSH dengan tertib.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, ribuan simpatisan Habib Rizieq yang datang dari Jakarta dan wjlayah Banten ke BSH datang dari berbagai arah. Hanya dihalau oleh petugas agar mereka tidak memasuki area obyek vital tersebut. Seperti di Jalan Pintu M-1 BSH.

Mereka yang kumpul di titik itu lalu dialihkan ke Jalan Perimeter Selatan dan Perimeter Utara untuk ke luar di wilayah Kecamatan Benda, Kota Tangerang atau Cengkareng, Jakarta Barat. (man)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar