ads


Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Ilustari Pilkada 2018 serentak. 
(Foto: Istimewa)    
NET – Komisioer Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang dalam menjalankan tugas hanya menyosialisasikan pasangan calon tunggal dan kolom (kotak) kosong pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 serentak.

“Kalau warga mau pilih kolom yang ada calonnya, silakan. Begitu juga, bila warga mau mencoblos  kolom kosong, tidak ada masalah,” ujar Komisioer KPU Kota Tangerang Banani Bahrul kepada tangerangnet.com, di Jalan Nyi Mas Melati, Kelurahan Sukarasa, Kecamatan Tangerang, Rabu (7/2/2018).

Banani mengatakan yang penting saat pemilihan Walikota dan Walikota Tangerang pada 27 Juni 2018 nanti, warga datang ke Tempat Pemilihan Suara (TPS) memberikan hak pilihnya. Komisioner sebagai penyelenggara adalah pihak yang netral dan tidak boleh mengarahkan warga untuk memilih tertentu.

Dalam waktu dekat ini, kata Banani, yakni pada 12 Februari 2018 KPU Kota Tangerang akan menetapkan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota yakni Arief Rachadiono Wismansyah dan Sachrduin. “Meski calon tunggal, proses tetap dilakukan,” ungkap Banani.

Banani mengatakan sesuai dengan tahapan, tiga hari setelah ditetapkan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Tangerang lalu masuk masa kampanye. “Dalam pelaksanaan kampanye, kita mengacu kepada Peraturan KPU Nomor 4 tahun 2017 tentang Kampanye,” ucap Banani yang dibenarkan oleh Nurhalim, komisioner KPU Kota Tangerang lainnhya.

Meski calon tunggal, kata Banani, pelaksanaan kampanye tetap dilaksanakan oleh partai politik pengusung dan pasangan calon. Namun, sebelum dilaksanakan kampanye akan dilakukan rapat koordinasi dengan pemangku kepetingan seperti partai politik pengusung, pasangan calon, Polres Metro Tangerang Kota, dan Pemerintah Kota Tangerang.

“Rapat tersebut akan mengatur tentang jadwal, tempat, jumlah peserta, serta alat peraga kampanye yang akan dipasang.  Meski hanya satu pasang calon tetap dipersiapkan. Semoga rapat berjalan lancar,” ujar Banani.

Sementara itu, Yadi Sutandi, warga Kelurahan Cikokol, Kota Tangerang, menyambut dingin tentang penyelenggarakan Pilkada Kota Tangerang 2018.  “Buat apa KPU repot-repot buang biaya, sudah lantik saja calon tunggal itu,” tutur Yadi, sinis

Ketika ditanya akankah berpartisipasi pada Pilkada 2018, Yadi menggelengkan kepala. “Malas akhhh, kalau calonnya tunggal. Saya pun nanti  malas datang ke TPS,”  ucap Yadi seenaknya. (ril)


Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top