ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Gubernur Banten H. Wahidin Halim berbincang dengan warga. 
(Foto: Istimewa)    

NET - Gubernur Banten H. Wahidin Halim meninjau warga yang terisolir selama tiga tahun akibat pembangunan Jalan Tol Kuncirang-Bandara Soekarno Hatta, Kota Tangerang, Rabu (28/2/2018).

Mereka hidup terhimpit antara pembangunan proyek jalan tersebut dengan perumahan yang ada di sekitarnya, sehingga pemukiman yang dihuninya ini terkepung banjir.

Gubernur Banten melihat langsung bagaimana warganya sengsara akibat proyek pembangunan nasional ini. Saat warga mengetahui Gubernur Banten meninjau lokasi, warga pun mendekat dan menyampaikan keluh kesah dan penderitaan selama terisolir.

Mantan Walikota Tangerang dua periode tersebut  menyebutkan pihaknya bersama warga lainnya harus mempunyai keberanian. Terutama dalam menempuh keadilan agar pembangunan Jalan Tol tersebut tidak semakin membuat masyarakat menjadi merana.

"Saya mau minta kepada pihak - pihak terkait harus bisa mempertimbangkan secara kemanusiaan, agar mereka yang terisolasi ini dapat ke luar dari kesengsaraan," ujar Gubernur menegaskan.

Setelah melihat secara langsung dan berdialog dengan warga, Gubernur melihat ada yang tidak beres dalam proses pembangunan proyek tersebut.

Gubernur Banten H. Wahidin Halim menyaksikan
ketika alat berat aksi di lokasi proyek.
(Foto: Istimewa)  
"Setelah saya melihat fakta di lapangan, saya harus segera menghubungi panitia pembangunan Jalan Tol Kunciran - Bandara. Termasuk juga bicarakan mengenai proses ganti rugi yang menjadi perhatian para warga," ungkap Wahidin.

Dari pandangan mata langsung tersebut, persoalan warga yang terisolir masih bisa dituntaskan agar warga tidak sengsara.

"Tol Kunciran - Bandara ini progress-nya baru sekitar 30 persen.  Harusnya Pemerintah Kota Tangerang juga memperjuangkan masalah ini dan mesti secepatnya merespon. Jangan terlalu lama dibiarkan,"  tutur Wahidin gemas. (ril)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top