ads


PPID Provinsi Banten

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Kapolres Kota Tangerang AKBP Sabilul Alif : bukan untuk menghakimi. 
(Foto: Man Handoyo/Tangerangnet.com)    
NET - Upaya intoleransi yang disetujui oleh perangkat di Perumahan Bumi Anugerah Sejahtera, Desa Rajeg, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, dengan cara membuat surat edaran yang melarang kegiatan non muslim di perumahan itu meresahkan masyarakat.

Pasalnya, meskipun surat edaran dengan Kop Surat Rukun Warga 06, Perumahan Bumi Anugerah Sejahtera, Desa Rajeg, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, tersebut belum disebarkan atau diberlakukan, namun sudah menjadi perbincangan yang hebat atau viral di media sosial.

Akibatnya, pihak kepolisian dari Polresta Kota Tangerang, bersama unsur masyarakat dan Pemda Kabupaten Tangerang, turun ke lapangan untuk meredam dan menyelesaikan masalah tersebut. 

"Saya datang ke Kantor Desa Rajeg bukan untuk menghakimi. Namun untuk mengklarifikasi soal keberadaan surat itu," ujar Kapolres Kota Tangerang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sabilul Alif, Kamis (7/12/2017).

Dan Alhamdulillah keberadaan surat yang telah ditandatangani oleh Ketua RT 01, 02, 03, 04, 05 dan 06 RW 06 Desa Rajeg, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, yang lengkap dengan stempelnya itu, kata Alif, belum disebar dan diberlakukan. "Surat ini masih dalam tahap rancangan dan hanya untuk kalangan internal saja," tutur Alif.

Hasil dari kesepakatan bersama, lanjut Alif, dinyatakan surat edaran tersebut tidak berlaku dan masyarakat bisa melaksanakan kegiatannya sesuai dengan norma yang ada. Dan petugas kepolisan akan memberikan perlindungan kepada siapa pun masyarakat yang melakukan kegiatan ibadah maupun kegiatan kemasyamkatan lainnya.

Sementara itu, Kepala Desa Rajeg, Yanto Firmansyah, menyebutkan surat edaran itu sempat terbit karena adanya mis-komunikasi antara warga. "Surat itu hanya mis-komunikasi. Tapi sebenarnya tidak ada apa-apa di kalangan masyarakat,” ucap dia dengan singkat.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, surat itu dibuat oleh perangkat di Perumahan Bumi Anugerah Sejahtera, Desa Rajeg, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, berawal dari kerapnya kegiatan keagamaan (kebaktian) di wilayah tersebut.

"Acara kebaktian itu digelar secara rutin dan berpindah-pindah rumah, sehingga ada sebagian warga yang merasa terganggu," kata Ardi, warga RT 02/O6, Perumahan Bumi Anugerah Sejahtera, Desa Rajeg, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten.

Akibatnya, kata dia, beberapa waktu lalu, pengurus RT di RW 06, Perumahan Bumi Anugerah Sejahtera, Desa Rajeg, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, melakukan pertemuan di balai warga untuk membahas masalah tersebut. "Memang ada pertemuan, tapi saya tidak tahu persis hasil dari pertemuan itu," imbuh  Ardi yang mengaku baru tahu akan ada surat edaran, setekah viral. (man)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top