ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

 Ketua Serikat Pekerja Container (SPC) Sabar Royani, Ketua Serikat Pekerja 
JICT (SP JICT) Hazris Malsyah, dan pengurus serikat lainnya menentang
kebijakan direksi JICT yang menggunakan tenaga kerja baru. 
(Foto: Dade Fachri/tangerangnet.com)   
NET -  Serikat Pekerja Container (SPC) yang beranggotakan 480 orang karyawan outsourcing Jakarta International Container Terminal (JICT) telah mengabdi bertahun-tahun dan memberikan produktivitas terbaik bagi pelabuhan petikemas terbesar se-Indonesia tersebut.

"Pada bulan Desember 2017, Direksi Jakarta International Container Terminal (JICT) melakukan tender pemborongan pekerjaan outsourcing, salahsatunya untuk penyediaan operator derek lapangan (RTGC)," ujar Ketua Serikat Pekerja Container (SPC), Sabar Royani,Selasa (26/12/2017), di Warung Kepo, Jalan Bugis No.7, Kebun Bawang Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Tender ini dipertanyakan mengingat adanya permintaan manajemen JICT kepada vendor baru untuk tidak menggunakan ratusan operator eksisting yang telah bekerja di JICT bertahun-tahun.

"Sumbangsih pekerja outsoursing JICT mencapai ratusan miliar rupiah pertahun. Tapi sekarang malah di-PHK masal, di mana rasa kemanusiaan direksi," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Serikat Pekerja JICT (SP JICT) Haris Malsyah mengatakan melihat banyak celah hukum dalam kebijakan Direksi JICT, seharusnya manajemen JICT dapat menjalankan kebijakan sesuai koridor undang-undang.

"Berdasarkan Permenakertrans Nomor19 tahun 2012 pasal 19 ayat (2) dinyatakan, ditegaskan vendor baru bersedia menerima pekerja dari perusahaan penyedia jasa pekerja sebelumnya dalam hal terjadi pengganti vendor. Di sisi lain melihat kebijakan Direksi JICT diduga sebagai upaya pemberangusan serupa akan terulang di Pelabuhan Tanjung Priok," kata Haris.

Haris khawatir mereka di- PHK secara massal karena berserikat, bahkan bukan tidak mungkin kasus-kasus pemberangusan serupa akan terulang di Pelabuhan Tanjung Priok. Senada dengan SPPI mendukung penuh agar ratusan pekerjaan outsourcing JICT tetap terus bekerja.

"Kami menyatakan dukungan dan solidaritas terhadap kawan-kawan outsourcing di Pelabuhan Indonesia, bahwa outsourcing di pelabuhan harus dihapuskan. Melihat ada kesamaan pola yang terjadi antara outsoursing JICT dengan para awak supir Pertamina," ujarnya.

Apa yang terjadi di JICT, sama dengan yang menimpa kawan-kawan awak supir Pertamina. Namun, jangan sampai embrio pemberangusan serikat pekerja tumbuh subur di pelabuhan. (dade)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar