ads


PPID Provinsi Banten

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah dan Ketua DPRD Kota
Tangerang Suparmi menandatanganani berita acara Raperda. 
(Foto:Pemerintah Kota Tangerang).   
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH (DPRD) Kota Tangerang mensahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangerang tahun 2018 sebesar Rp 3,56 triliun.

Walikota Tangerang Arief R Wismanyah menjelaskan  rancangan APBD tahun 2018 yaitu mencakup pendapatan daerah yang dianggarkan sebesar Rp 3,51 triliun, yang terdiri dari pendapatan asli daerah sebesar Rp 1,59 triliun, dana perimbangan Rp1,39 triliun dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 571,55 miliar.

Sedangkan belanja daerah dianggarkan sebesar Rp4,26 triliun. Terdiri atas belanja tidak langsung Rp1,50 triliun dan belanja langsung Rp2,76 triliun dengan demikian terdapat defisit sebesar Rp 706,72 miliar yang ditutup dari pembiayaan netto . “Yang akan digunakan untuk menangani 6 urusan wajib dan 18 pelayanan dasar," ujar Walikota dalam Rapat Paripurna Persetujuan Bersama Raperda tentang APBD tahun 2018, di Ruang Rapat DPRD Kota Tangerang,  Kamis (30/11/2017).

Adapun urusan tersebut, Arief menyebutkan, meliputi kegiatan-kegiatan pada tahun 2018 antara lain pelaksanaan program pendidikan gratis untuk jenjang SD/MI dan swasta maupun SMP/MTS negeri dan swasta, pembangunan ruang kelas baru sekolah SD dan SMP,  rehabilitasi sedang/berat sekolah SD dan SMP,  pengadaan mebelair sekolah SD dan SMP.

Hal itu termasuk program cageur Jasa yaitu kunjungan rumah yang dilakukan oleh petugas puskemas untuk mendata, mendeteksi,  dan mencarikan solusi tentang masalah kesehatan di masyarakat,  membiayai iuran bagi masyarakat sebagai peserta penerima bantuan iuran (PBI)  yang di alokasikan untuk kurang lebih 260.000.

Program bedah rumah yang tidak layak huni sejumlah 2.000 rumah,  penanggulangan banjir,  pemeliharaan saluran drainase /gorong-gorong,  pembangunan embung dan bangunan penampung air lainnya, pemeliharaan pintu air,  pelaksanaan normalisasi saluran sungai, rehabilitasi dan pemeliharaan jaringan irigasi, pemeliharaan pompa dan diesel air,  rehabilitasi dan pemeliharaan bantaran dan tanggul sungai,  pengadaan sarana dan prasarana pengendalian banjir,  pengerukan sungai/kali,  penyediaan sistem angkutab umum massal yang nyaman, terjadwal dengan tarif yang terjangkau,  penyediaan fasilitas lalu lintas angkutan jalan yang memadai.

Dengan telah ditandatanganinya Raperda APBD 2018 ini, selanjutnya akan segera ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda), setelah terlebih dahulu dilakukan evaluasi oleh Pemerintah Provinsi Banten.

Arief juga meminta kepada seluruh SKPD agar dapat melaksanakan program dan kegiatan yang telah ditetapkan dengan sebaik-baiknya, sehingga pelaksanaan pembangunan di Kota Tangerang dapat terus berjalan dengan baik.

“Segala apresiasi, catatan dana masukan dari DPRD akan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan bagi Pemkot Tangerang dalam rangka peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan bagi masyarakat Kota Tangerang,” tegasnya.

Selain penetapan persetujuan bersama tentang Raperda APBD tahun Anggaran 2018, Walikota juga menyampaikan pendapat terhadap 2 (dua) buah rancangan Peraturan Daerah Inisiatif DPRD Kota Tangerang yaitu Raperda Tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga dan Raperda pengarustamaan gender dalam pembangunan daerah.

"Pemerintah Kota Tangerang menyambut baik dan memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas tersusunnya Raperda di maksud," paparnya.

Ditambahkannya, pembangunan keluarga sebagai unit terkecil masyarakat tentulah harus dibina dan pembangunan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur.

"Pengaruh globalisasi di bidang sosial, ekonomi,  budaya serta teknologi informasi telah mengubah dan menggeser tatanan ketahanan keluarga yang akhirnya keluarga harus menjadi basis kebijakan publik",  kata arief.

Arief melanjutkan bahwa salah satu tujuan penyelenggaraan pembangunan ketahanan keluarga adalah terwujudnya kualitas keluarga dalam memenuhi kebutuhan fisik material dan mental spiritual secara seimbang sehingga dapat menjalankan fungsi keluarga secara optimal menuju keluarga sejahtera lahir serta bathin.

Selain itu, lanjutnya untuk mewujudkan perencanaan reponsif gender melalui pengintegrasian pengalaman,  aspirasi,  kebutuhan,  potensi dan penyelesaian permasalahan laki-laki dan perempuan,  mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender.

"Kami berharap dan memberikan apresiasi yang tinggi atas diajukannya Raperda ini untuk selanjutnya dapat dibahas bersama-sama dengan Pemerintah untuk di setujui bersama untuk di tetapkan menjadi Perda," cetusnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Arief memberikan 2 buah pantun kepada peserta sidang. "Di Cisadane main petasan,  bekel nasi uduk dari pasar baru APBD telah disahkan,  kita bersatu membangun Tangerang Maju".

"Jalan santai bersama teman,  mampir makan di Taman Laksa, mari satukan tekad untuk membangun,  agar masyarakat hidup sejahtera," seru Walikota yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari peserta rapat. (Adv)


Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top