ads


PPID Provinsi Banten

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Gubernur Banten H. Wahidin Halim ketika meninjau SMA Negeri 1 
Gunung Kencana, Kabupaten Lebak, beberapa waktu lalu. 
(Foto: Syafril Elain, Tangerangnet.com)   
NET – Guna meringankan beban para orang tua siswa-siswi  di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kerjuruan (SMK)  Negeri, Pemerintah Provinsi Banten mulai tahun anggaran 2018 nanti akan menggratiskan pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan  (SPP) kepada seluruh siswa yang  ada di delapan Kota dan Kabupaten di Provinsi Banten.

Hal itu dilakukan, tidak lain untuk mendukung program pendidikan 12 tahun.  ''Kami harap di Provinsi Banten  tidak ada lagi anak-anak yang tidak bersekolah lantaran orang tuanya tidak mampu membiayai," ujar Gubernur Banten H. Wahidin Halim kepada wartawan, Minggu (5/11/2017).

Karena itu, kata Wahidin Halim, saat ini Pemerintah Provinsi Banten sedang melakukan pendataan terhadap siswa-siswi SMA dan  SMKN yang tersebar di delapan Kota dan Kabupaten Provinsi Banten untuk mengetahui  berapakah anggaran yang dibutuhkan dalam hal melaksanakan program sekolah gratis.

"Setelah didata, saya yakin program ini bisa dilaksanakan di Provinsi Banten. Mengingat anggarannya hanya membutuhkan sekitar Rp 400 an miliar," tutur Wahidin Halim, yang menjabat sebagai Gubernur Banten sejak 14 Mei  2017 lalu.

Dan anggaran tersebut, kata dia, nantinya akan diajukan ke DPRD Provinsi Banten guna dibahas dan disetujui. "Saya kira ini tidak sulit dan bisa dilaksanakan, sehingga sekolah SMA dan SMK Negeri di Provinsi Banten pada tahun ajaran 20i8 sudah bisa gratis,” ungkap Wahidin yang mantan Walikota Tangerang dua periode tersebut.

Rencana program sekolah gratis yang akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi  Banten, ternyata tidak hanya mendapat dukungan baik dari masyarakat setempat. Tetapi juga datang dari Perintah Kota Tangerang. ''Kami sangat menyambut baik dengan rencana tersebut. Karena sebelum SMA dan SMK Negeri kebijakannya dialihkan  oleh Pemerintah pusat dari KotaTangerang ke Provinsi Banten, Pemerintah Kota Tangerang sudah menggratiskannya,'' ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang  Abduh Surahman.

Namun semenjak kebijakan itu dialihkan, sejak Januari 2017 lalu, Pemerintah Kota Tangerang tidak lagi menangani sekolah tersebut, sehingga banyak sekolah yang berteriak lantaran anggaran operasional sekolah belum tetangga rekan Provinsi Banten. Akibatnya, kata Abduh, pihak sekolah memanggil komite sekolah agar dilakukan penarikan  SPP kepada para siswa. Akibatnya, tidak sedikit para orang tua siswa yang merasa keberatan.

"Mudah-mudahan rencana ini bisa berjalan dengan baik, supaya sekolah 12 tahun di Provinsi Banten, terlaksana dengan baik,'' kata dia.

Dukungan tersebut juga datang dari orang tua siswa. "Iya, kami senang mendengarnya apabila sekolah SMA dan SMKN di Banten, khususnya Kota Tangerang gratis kembali,” tutur Ny. Selly yang anaknya sekolah di SMK Negeri  1 Cikokol, Kota Tangerang.

Karena, kata dia, sejak sekolah tersebut kebijakannya dialihkan ke Provinsi Banten, para siswa di sekolah itu harus bayar SPP Rp 250-300 ribu sertiap  bulan. (man)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top