ads


PPID Provinsi Banten

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Gubernur Banten H. Wahidin Halim saat berdialog dengan pengelola
usaha wisata di Anyer. (Foto: Syafril Elain/Tangerangnet.com)   
NET – Gubernur Banten H. Wahidin Halim minta kepada pelaku pengelelola usaha wisata agar memberikan pelayanan yang terbaik kepada setiap tamu yang berkunjung ke wilayah Banten. “Saya ingin melihat pengelola usaha wisata memberikan pelayanan yang terbaik,” ujar Wahidin Halim, Selasa (28/11/2017) malam.

Hal itu terungkap dalam dialog antara Gubernur Banten dengan pengelola usaha wisata di wilayah Anyer dan Carita di Hotel Aston, Anyer. Gubernur dalam dialog tersebut didampingi oleh Bupati Serang Hj. Tatu Chasanah, Bupati Pandeglang yang diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata Pangdelang, dan Kepala Dinas Pariwisata Banten Eneng Nurcahyati.

“Saya sudah lama ingin berdialog dengan pengelola usaha wisata agar dapat menyampaikan persoalan yang dihadapi untuk memajukan dan meningkatkan kunjungan wisata ke Banten. Yah, baru malam ini terlaksana,” ucap Wahidin Halim.

Memberikan pelayanan yang terbaik kepada tamu, kata Wahidin, adalah tugas yang paling penting bagi pengelola usaha wisata. ”Kalau tamu mendapat pelayanan yang baik dan hatinya senang, insya Allah akan datang lagi,” tutur Wahidin.

Oleh karena itu, imbuh Wahidin, harus ada kerjasama yang baik antara Pemerintah dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Serang, Pemerintah Kabupaten Pandeglang yang wilayahnya termasuk dalam Anyer dan Carita. Pemerintah Provinsi Banten ikut membantu dan mendorong agar semua berjalan dengan baik.

Wahidin pun mengemukakan ketika awal menduduki jabatan Gubernur Banten telah melihat secara langsung sejumlah tempat wisata dan ditemukan adanya preman yang meminta uang parkir mencapai Rp  juta. Begitu juga sampah masih berserakan di berbagai tempat.

“Preman harus ditertibkan di tempat wisata dan jangan memungut uang seenaknya sampai ada uang parkir saja mencapai Rp 1 juta. Hal ini membuat pengunjung enggan datang kembali. Begitu juga dengan kebersihan, jangan ada sampah berserakan membuat kesan jorok. Saya berharap ini bisa dihilangkan. Linkgungan destinasi wisata harus bersih,” pinta Gubernur.

Dalam dialog tersebut, pengelola usaha wisata itu mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Banten. “Kami berterima kasih kepada Bapak Gubernur Banten yang mau berdialog seperti ini sehingga persoalan yang dihadapi dengan mengelola tempat wisata bisa diselesaikan,” ujar Sumadi, salah seorang pengelola wisata yang hadir pada malam itu.

Pengelola usaha lainnya, Sukarna mengatakan soal home stay. “Pak Gubernur peraturan tentang home stay perlu karena kami sebagai pemilik rumah yang disewakan kepada tamu dengan tarif Rp 100 ribu per malam. Namun, ada pula yang menyewakan kepada tamu Rp 300 ribu per malam. Hanya yang menyewakan Rp 300 ribu, kamarnya banyak dan lebih dari 10 kamar. Perlu ada batasan yang disebut home stay seperti apa,” ucap Sukarna.

Bila tidak ada pengaturan, kata Sukarna, akan terjadi persaingan yang tidak sehat. “Yang jelas, warga pengelola wisata rumahan akan kalah bersaing dengan pemilik home stay yang bermodal kuat,” ungkap Sukarna.

Menjawab sejumlah pertanyaan tersebut, Gubernur meminta kepada Bupati Serang dan Bupati Pandeglang untuk melakukan penelitian di lapangan soal home stay. “Hasil pengamatan dan penelitian tentang home stay tersebut, kalau memang perlu dibuat deregulasi apakah dalam bentuk Peraturan Daerah atau Peraturan Bupati, tinggal dibuatkan saja,” ucap Gubernur. (ril). 

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top