ads


PPID Provinsi Banten

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Polisi Harry Kurniawan (berpeci) 
ikut  memakamkan jenzah Surnah binti Kusna, korban yang berhasil
diidentifikasi oleh Tim DVI Polri, RS Polri Keramatjati, Jakarta Timur,
melalui kecocokan gigi. Pemakaman dilakukan di TPU Desa Belimbing.
(Foto: Istimewa/Humas)   
NET -Korban kebakaran gudang kembang api batangan kawat di Jalan Salembaran dekat SMP Negeri  1 Kosambi, Desa Belimbing RT 20 RW 10 No, 77, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang,  Banten, yang meninggal dunia bertambah satu orang lagi. Yaitu  Nurhayati, 20, warga Desa Belimbing, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (28/10/2017).

Dengan begitu, jumlah korban meninggal dunia dalan tragedi kebakaran gudang kembang api yang disinyalir juga memproduksi petasan tersebut menjadi 48 orang, sebelumnya 47 orang. Sedangkan 45 orang lainnya yang mengalami luka bakar 20 sampai 80 persen  dan dirawat di tiga rumah sakit di Tangerang, seperti Rumah Sakit Ibu dan Anak Kosambi, Mitra Husada Teluk Naga serta  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang sebagian sudah bisa dipulangkan. Dan mereka yang masih dirawat hingga kemarin siang berjumlah 25 orang.

Narhayati menghembuskan nafas terkahirnya setelah mendapat perawatan intensif selama dua hari di RSUD Kabupaten Tangerang. Ibu satu orang anak itu Sabtu (28/10/2017) pukul 10:56 WIB, meninggal dunia karena mengalami luka bakar yang cukup parah, yaitu 80 persen.

"Korban mengalami luka bakar yang cukup berat. Dan sejak dirawat di rumah sakit kondisinya semakin memburuk hingga meninggal dunia,'' ujar Yulia Iskandar, Wakil Direktur RSUD Kabupatrn Tangerang.

Selain  Nurhayati, kata dia, masih ada beberapa orang korban  yang kritis, yaitu Atin Puspita, 32, dan Siti Fatima, 15. Mereka mengalami luka bakar yang cukup parah, yaitu 63-80 persen. ''Mudah-mudahan mereka bisa tertolong,"  ungkap  Yulia.

Sementara itu, Sri, bibi korban Nurhayati yang menjemput jenazah korban di RSUD Kabupaten Tangerang di Jalan Ahmad Yani, mengatakan keponakannya itu bekerja di gudang kembang  api untuk menghidupkan seorang anaknya. Pasalnya, semenjak ia ditinggalkan oleh suaminya, kehidupannya semakin sulit.

"Dia baru dua minggu kerja di gudang kembang api tersebut. Tujuannya untuk menghidupi biaya anaknya yang masih sekolah di SD (Sekolah Dasar-red),"' ucap Sri sambil mengusap air matanya.

Dan Jenazah korban, kata dia, akan dimakamkan di TPU Desa Belimbing yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.(man)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top