ads


Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Bekas galian revitaliasi drainase berhari-hari dibiarkan.
(Foto: Man Handoyo, Tangerangnet.com)  
NET - Revitalisasi drainase di sejumlah titik di Kota Tangerang dikeluhkan oleh masyarakat. Pasalnya, meskipun revitalisasi tersebut dianggap perlu, namun pengerjaannya dinilai dapat merugikan mereka.

Seperti yang terjadi direvitalisasi drainase di Jalan Raya Prambanan, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, Banten. Meskipun drainase tesebut sudah digali beberapa hari lalu, namun galian dari dranese tidak segera diangkat dan dibiarkan menumpuk hingga ke bahu jalan.

Akibatnya, sangat membahayakan bagi keselamatan pengendara. Selain itu, tumpukan galian juga menggangu para pedagang. "Galian itu sudah hampir satu minggu dibiarkan begitu saja," ujar Sinto, salah seorang pedagang di sepanjang Jalan Prambanan.

Namun demikian, kata Sinto, dirinya dan pedagang lain tidak bisa berbuat apa-apa, meskipun nantinya, warung yang ia tempati puluhan tahun lalu juga akan dibongkar untuk mundur dari atas drainase. "Setelah di seberang jalan, nantinya di sini juga kena,'" kata dia.

Sinto pun akan menuruti rencana pembongkaran itu, karena selain warungnya memang berada di atas drainase, bila hujan turun airnya pun meluap hingga ke jalan.  Senada pula dengan Hendra, warga di sekitar lokasi yang mendukung adanya pembangunan drainase  tersebut. Hanya,  ia berharap jika sudah dilakukan pengerukan, hasil ketukannya segera diangkat agar tidak menggangu para pengguna jalan atau pedangang yang ada di sana.

Dikonfirmasi masalah tersebut, Kepala Bidang Tata Air pada Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR) Kota Tangerang M Taufik, berjanji akan menindak lanjuti. "Akan saya cek dulu ke lapangan agar sisa urukan tersebut segera diangkat,'' kata Taufik dengan singkat via telpon genggamnya.(man)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top