ads


PPID Provinsi Banten

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Dahnil Anzar Simanjuntak saat tampil pada diskusi. 
(Foto: Istimewa)  
NET - Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan keberadaan Pansus Hak Angket terhadap Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) terus disoroti oleh berbagai kalangan. Terbentuknya Pansus Hak Angket KPK ini merupakan upaya pelemahan terhadap lembaga anti-rasuah dan ada persekongkolan di dalamnya.

"Pansus angket adalah upaya sistematik terhadap pelemahan KPK yang berasal dari dalam dan luar, serta persekongkolan dari banyak kelompok. Dugaan persekongkolan tersebut diketahuinya dari sebuah ulasan di majalah bahwa ada persekongkolan antara Pansus KPK dan Kepolisian," ungkap Dahnil, Kamis (28/9/2017), saat acara  Diskusi Berseri Madrasah Anti Korupsi (MAK) Seri XXII "Menakar Tuah Akhir Pansus Angket KPK", di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya No. 62 Jakarta Pusat.

Dari investigasi salah satu media nasional, kata Dhanil, ada posko-posko yang difasilitasi pihak kepolisian terhadap hak angket KPK. Namun berangkat dari investigasi tersebut, Dahnil mempertanyakan apakah betul pihak kepolisian ikut serta dalam kegiatan pelemahan KPK.  

“Saya ingin bertanya ke siapa pun, apakah betul selama ini ada dugaan bahwa salah satu pihak yang melemahkan KPK adalah pihak kepolisian,” tutur Dahnil dengan nada tanya.

Dahnil menyoroti konflik internal di KPK itu, menyarankan jika ada anggota KPK sudah menyerah memberantas korupsi lebih baik mundur saja. “Saya sarankan kalau sudah ada yang ,enyerah, sudah tidak sanggup berjuang dan bertarung melawan korupsi, lebih baik mundur. Pasalnya, KPK adalah tempat bagi para pejuang yang pantang menyerah," ujar Dahnil menegaskan.  (dade)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top