ads


Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Syafril Elain Rajo Basa: bukan rekomendasi. 
(Foto: Istimewa)   
Oleh Drs. Syafril Elain Rajo Basa, SH   

KOMUNIKASI POLITIK  para pemimpin partai politik jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banten 2018 serentak semakin intensif. Hal ini dilakukan untuk menemukan siapa akan berpasangan dengan siapa?

Sampai sekarang ini, belum muncul bakal Walikota Tangerang kecuali Arief Rachadiono Wismansyah yang kini menjadi Walikota Tangerang dan Sachrudin, juga Wakil Walikota Tangerang.  Hanya kedua orang ini mendapat rekomendasi dari masing-masing partai poltik tempat mereka bernaung.

Arief adalah kader Partai Demokrat dengan kedudukan sebagai Majelis Pertimbangan Partai Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Tangerang. Sedangkan Sachrudin sebagai  Ketua Dewan Pimpnan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Tangerang. Keduanya, sudah menyatakan akan maju sebagai bakal calon Walikota Tangerang periode 2018 – 2023.

Dari sepuluh partai politik yang memiliki kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang, sejumlah di antaranya sudah mengarahkan dukungan kepada Airef sebagaI bakal calon Walikota Tangerang seperti Partai Demokrat, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Sementara Sachrudin belum terdengar dukungan dari partai politik yang ada, kecuali dari Partai Golkar. Namun demikian, masih ada partai politk yang belum menentukan sikap seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Meskipun begitu masing-masing partai politik sudah menyiapkan kader sebagai wakil. Sebut saja PKS, menyiapkan Hilmi Fuad sebagai bakal calon Wakil Walikota Tangerang, dan Suparmi yang kini menjadi Ketua DPRD Kota Tangerang pun disiapkan PDIP.

Sebelumnya, terbetik kabar Sachrudin akan berpasangan dengan Mohmmad Fadlin Akbar, kader Partai Demokrat yang juga anak Gubernur Banten H. Wahidin Halim. Begitu juga, Arief yang sempat diusulkan Partai Hanura berpasangan dengan Hudaya Latuconsina, kini masih menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten. Namun, Hanura belakangan ini  berubah sikap dan lebih mendukung kader sendiri untuk dipasangankan dengan Arief yakni Mohammad Rano Alfath.

Rano Alfath yang kini menjabat sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Banten,  tercatat pula sebagai anggota DPRD Provinsi Banten yang duduk di Badan Anggaran. Akankah Rano berpasangan dengan Areif nantinya, belum ada kepastian.

Meskipun Arief dikabarkan berdasar hasil survei  pilihan paling tinggi di antara bakal calon yang ada, tapi seperti masih galau untuk menentukan siapa menjadi pendampingi pada Pilkada 2018 nanti. Hal ini bisa terjadi karena ternyata rekomendasi yang diterima dari Partai Demokrat yang sudah dipegang Arief dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Hinca Panjaitan pada tanggal 29 Juli 2017 di Jakarta, belum final.

Ternyata surat yang diterima Arief dari Partai Demokrat tersebut adalah surat tugas untuk melakukan komunikasi dengan partai politik lain dalam mencari pasangan sebagai pendamping. Artinya, Partai Demokrat belum mengeluarkan rekomendasi kepada siapa pun untuk Pilkada Kota Tangerang. Memang, surat rekomendasi berdasar Undang-Undang No. 10 Tahun 2016 tentang Pilkada diatur dalam Pasal 42 ayat (4 ) dan (6), disebutkan wajib ditandatangi Ketua dan Sekretaris Pimpinan Pusat.

Nah, surat yang diterima Arief hanya ditandatangani oleh Sekjen Hinca Panjaitan dan belum ditandatangani oleh Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Di kalangan elit Partai Demokrat disebutkan SBY akan menentukan pilihan siapa yang menjadi bakal calon kepala daerah pada Pilkada 2018 di Banten setelah mendapat masukan dari Wahidin Halim sebagai kepala daerah atau gubernur.

Di sini timbul persoalan bagi Arief Rachdiono Wismansyah. Komunikasi politik Arief dengan Wahidin Halim sejak 2013 belum ada tanda-tanda perbaikan. Bahkan Arief pada Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Banten 2017 lalu sebagai kader Partai Demokrat tidak mendukung Wahidin Halim dan Andika Hazrumy. Bahkan Arief melakukan perlawanan dengan mendukung pasangan Rano Karno dan Embay Mulya Syarif, pesaing Wahidin Halim dan Andika Hazrumy.

Wahidin Halim belakangan ini mulai berterus terang tidak akan mendukung  Arief Rachdiono Wismansyah sebagai bakal calon Walikota Tangerang periode 2018-2023. “Lah dia (Arief-red) saja tidak pernah minta dukungankepada saya,” tutur Wahidin pada suatu kesempatan.

Sinyal yang diberikan Wahidin tersebut, tampaknya dukungan akan diarahkan kepada Sachrudin sebagai baka calon Walikota Tangerang. Apalagi Sachrudin menjalin komunikasi politik akan berpasangan dengan Fadlin Akbar, anak Wahidin. Bila ini nanti menjadi kenyataan, Sachrudin berpasangan dengan Fadlin Akbar dapat dipastikan Pilkada Walikota dan Wakil Walikota Tangerang berlangsung menarik dan menjadi daya tarik bagi warga untuk memberikan dukungan. ***   

Penulis adalah:
Ketua Panwaslu Kota Tangerang periode 2008-2009
Ketua KPU Kota Tangerang.periode 2009-2013

  


Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top