ads


Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Ilustrasi Badan Nasinonal Penanggulan Bencana (BNPB).
(Foto: Istimewa)  
NET – Badan Meterologi, Klimatologi, dan Gedofisika (BMKG) melaporkan telah terjadi gempa dengan kekuatan 6,6 SR dengan pusat gempa di laut pada kedalaman 10 kilometer berada pada 71 kilometer Barat Daya Bengkulu Utara, Minggu (13/8/2017) pukul 10.08 WIB. Gempa tidak berpotensi tsunami.

Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Nasioanal Penanggungan Bencana (BNPB) segera melakukan analisis dan konfirmasi dampak gempa melalui komunikasi langsung dengan Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD).

"Berdasarkan analisis peta gempa dirasakan, intensitas gempa dirasakan ringan hingga sedang. Intensitas gempa dirasakan daerah di Provinsi Bengkulu dirasakan IV-V MMI atau ringan hingga sedang, yaitu di Bengkulu V MMI, Kepahiang V MMI, Bengkulu Utara V MMI, Lubuk Linggau IV MMI, Kerinci IV MMI, Bengkulu Selatan IV MMI, Liwa IV MMI. Daerah-daerah di pesisir di Bengkulu Utara merasakan guncangan gempa yang lebih keras karena berdekatan dengan pusat gempa,"  ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, di Jakarta.

Sedangkan intensitas gempa, kata Sutopo,  dirasakan di Sumatera Barat dirasakan lemah yaitu Padang II-III MMI, Padang Panjang I-II MMI, Bunkittinggi I-II MMI, Pariaman II-III MMI, Tua Pejat Mentawai II-III MMI, Pesisir Selatan II-III MMI, Payakumbuh I-II MMI, dan Solok I-II MMI.

"Analisis sementara berdasarkan peta intensitas guncangan dirasakan dan laporan dari BPBD diperkirakan gempa tidak menyebabkan dampak yang merusak massif. Umumnya bangunan akan mengalami kerusakan parah dan menimbulkan korban jiwa apabila intensitas gempa dirasakan di atas VI-VII MMI. BPBD saat ini masih melakukan pemantauan di daerah masing-masing," ujarnya.

Laporan dampak gempa, imbuh Sutopo, akan disampaikan kepada BNPB secepatnya. Pusdalops BNPB masih terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan BPBD. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang. Jangan  terpancing pada isu-isu yang menyesatkan. Sistem informasi kegempaan dan tsunami di BMKG dan BNPB dapat mendeteksi kejadian gempa 5 menit setelah gempa dan memberikan analisis dampak gempa. (dade)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top