ads


Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Trotoar yang disediakan untuk pejalan kaki tapi dimanfaat
untuk pedagang kaki lima (PKL).
(Foto: Man Handoyo, Tangerangnet.com)  
NET - Sepanjang bulan Agustus 2017 ini, pendestrian (trotoar) di beberapa ruas jalan di Kota Tangerang di tumbuhi pedagang kaki lima (PKL) yang menggelar dagangannya berupa bendera merah putih, umbul- umbul dan lainnya, dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Akibatnya para pejalan kaki sulit melintas, karena hampir semua badan trotoar digunakan oleh PKL untuk memajang barang dagangannya. Seperti  di sepanjang trotoar Jalan Taman Makam Pahlawan Taruna, Jalan MH Thamrin, Jalan Kali Pasir, dan Jalan Imam Bonjol, Kota Tangerang, Banten.

Selain menggunakan totroar, para pedagang juga memanfaatkan pohon-pohon atau area penghijauan di sepanjang jalan untuk  mamamerkan barang dagangannya kepada setiap orang yang melintas di sana.

"Saya terpaksa turun ke bahu jalan, karena di trotoar ini dijadikan tempat berdagang para PKL,'' ujar Wawan, warga Cikokol Kota Tangerang yang sedang melintas di trotoar ruas Jalan Taman Makam Pahlawan Taruna, Selasa (8/8/2017).

Dikonfirmasi masalah tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Mumung Turwana mengatakan hampir setiap hari, pihaknya sudah melakukan razia terhadap PKL itu. Hanya, mereka tetap bandel untuk  menggelar dagangannya di trotoar.

"Mereka ini selalu kucing-kucingan,  begitu ada petugas kabur dan setelah petugas pergi datang lagi menggelar dagangannya,'' kata Mumung.

Namun untuk mengantisipasi merebaknya para PKL musiman hingga ke wilayah di Kota Tangerang,  kata Mumung, pihaknya  sudah koordinasi dengan Satpol PP  di 13 kecamatan di Kota Tangerang, agar terus melakukan razia terhadap PKL yang menggelar dagangannya di trotoar. Mengingat trotoar itu adalah fasilitas para pejalan kaki yang tidak boleh diganggu.

''Yang namanya sarana pejalan kaki, kudu tetap dijaga dan tidak  boleh diganggu," tutur Mumung.

Sedangkan pihaknya, kata dia, terus memback-up jalan protokol di Kota Tangerang, seperti beberapa ruas jalan di Wilayah Kecamatan Karawaci,  Tangerang, Cipondoh, dan lainnya.

Ditanya  kenapa jalan-jalan di wilayah tersebut  yang banyak ditumbuhi PKL, Mumung menjelaskan karena PKL  di sana selalu kucing-kucingan dengan petugas. Padahal,  hampir tiap pagi dan sore pihaknya selalu patroli. (man)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top