ads


Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal (Irjen) Mochamad
Iriawan saat pertemuan tersangka Sudirman dengan kedua
orangtua korban. Kapolda didampingi Kapolres Metro
Tangerang Kota Komisaris Besar Polisi Harry Kurniawan.
(Foto: Istimewa/Polres)  
NET - Duka mendalam masih membekas pada kedua orang tua Italia Chandra Kirana Putri, yang tewas ditembak mati oleh pelaku pencurian sepeda motor di depan rumahnya di Jalan Gunung Raung Blok B/6, Perumahan Bugel Indah, Karawaci, Kota Tangerang, Banten.

Betapa tidak, setelah anak keduanya meninggal dunia dengan tragis, ia selalu terbayang akan peristriwa yang mengerikan itu. ''Gimana saya tidak akan selalu terbayang, jika pembunuhan atau penembakan itu terjadi di depan mata saya,'' ujar Sugiarti, ibu korban, kepada wartawan, Selasa (11/7/2017).

Pelaku, kata Sugiarti, sangat kejam Ia tega menghabisi korban yang hanya menyerang dengan sapu lidi dengan tembakan. ''Ya kalau boleh, saya minta pelaku dihukum mati, karena dia biadap dan tidak manusiawi,” ungkap Sugiarti.

Dan atas peristiwa itu, kata Sugiarti,   anaknya tidak tergantikan. Oleh karena itu,  ia meminta kepada pihak kepolisian (pengadilan-red) agar pelaku  dihukum mati. "Kalau saya pinginnya pelaku dihukum mati. Tapi itu semua terserah pak  polisi," tutur Sugiarti berulang kali.

Yang jelas, imbuh Sugiarti,  merasa lega dan terimakasih kepada pihak kepolisian yang telah menindak dan mengamankan pelaku. Terlebih semua itu dilakukan dengan benar, tanpa rekayasa. "Ini bukan rekayasa. Mereka benar-benar pelaku. Karena,  saya melihat sendiri  muka mereka,"  kata Sugiarti yang belum bisa melupakan kepergian anaknya. Itu terbukti dengan foto Italia yang dipampang  di WhatsApp-nya   dengan teks, '" RIP Italia, kami sangat sedih dan kehilanganmu, we love you''.

Samahalnya denga ayah korban, Ferry Chandra Kirana. Ia berharap pelaku pembunuhan anaknya itu dihukum mati. Karena  dikhawatirkan selepas menjalani hukuman nanti,  akan mengulang perbuatannya.  "Mereka itu yang jahat jiwanya, bukan raganya,''  ucap Ferry.

Biasanya, lanjut dia, bila jiwanya yang jahat  sulit diperbaiki, walaupun  mereka diberi tuntunan dengan ilmu agama apapun. Salah satu jalannya,  yaitu harus dipisahkan antara jiwa dan raganya, sehingga tidak berulah lagi dan merugikan orang lain. ''Ya kalau jiwanya dipisahkan dengan raga, berati mati. itulah hukuman yang pas buat mereka,''  ungkap  Ferry.

Lebih jauh Ferry mengatakan  pihaknya datang ke Polda Metro Jaya, memang ingin mengetahui secara langsung apakah pelaku adalah orang yang benar-benar membunuh anaknya. Namun ketika pelaku ditanya mengaku asal Lampung Timur, Ferry yang juga berasal dari Lampung Barat,  mengaku emosi dan  ingin membalas. 

''Alhamdulilah, saya masih bisa kontrol emosi dan saya serahkan semua ini kepada pihak kepolisian,'' tukar Ferry.

Peristiwa itu, terjadi Senin (12/6/2017) ketika dua orang pelaku yang berusaha mencuri sepeda motor Honda Beat dengan plat nomor  B 3378 CFH di perumahan Bugel Indah Karawaci, Kota Tangerang,  menembak mati  Italia Chandra Kirana Putri, 23, yang memergokinya. (man)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top