ads


Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Gubernur Banten H. Wahidin Halim didampingi Ketua
Bappeda Hudaya Latuconsina dan Kepala Dinas Pendidikan  
dan Kebudayaan Engkos Kosasih.
(Foto: Pemprov Banten)    
NET – Gubernur Banten H. Wahidin Halim di depan kepala sekolah tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)  se-Provinsi Banten mengingatkan agar bersungguh-sungguh bekerja sebagai pendidik.

“Jangan harap Banten akan maju dan berkembang tanpa pendidikan,” ujar Gubernur Wahidin Halim di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Kantor Pusat Pemerintah Provinsi Banten (KP-3B), Curug, Kota Serang, Senin (19/6/2017).

Wahidin mengungkpkan bahwa dia berasal dari keluarga guru. “Saya keluarga guru, Bapak dan Ibu saya guru. Dan saya  anak  seorang guru sekarang jadi Gubernur Banten. Saya pernah berjanji, jika suatu saat jika saya menjadi pemimpim, saya berkomitmen membangun pendidikan,” ucap Wahidin yang didampingi Ketua Bappeda Hudaya Latuconsina dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Engkos Kosasih.

Menurut Wahidin, sebagai guru itu adalah tugas mulia. “Profesi guru kebanggaan bagi kita keluarga dan masyarakat.  Sebagai kepala sekolah, kita harus memberikan contoh pada saat susah dan senang dan sampai sekarang saya tetap hormat terhadap guru,” tutur Wahidin yang akrab disapa WH.

Gubernur Banten itu pun  berkomitmen, bukan hanya membangun sekolah tetapi mensejahterakan para gurunya, memberikan pelayanan pendiidkan kepada rakyat. Menjadikan guru yang memiliki karakter, tidak mencari kekayaan tapi mencari kecukupan.

“Saat jadi Walikota Tangerang , saya bangun 400 gedung sekolah dari SD sampai SMA lengkap dengan sarana dan prasarannya,” ujar WH mengenang ketika jadi Walikota Tangerang dua periode.

WH menceritakan ketika masih SD (Sekolah Dasar-red).  “Dulu, saya pernah dimarahin waktu SD karena tidak ada tempat kencing dan tidak ada WC (water clossed-red). Bahkan, saya pernah kencing di sebelah kepala sekolah, saya dimarahin.  Padahal, saya duluan yang kencing. Dari situ, saya berjanji  jika saya jadi pemimpin, saya akan bangun kamar mandi khusus buat guru dan kepala sekolah,” ungkap WH yang disambut tepuk tangan para kepala sekolah.

Gubernur juga menyebutkan guru dulu galak main timpuk aja (saja-red)  pake  (pakai-red) penghapus, main pukul pake penggaris. Sekarang justru  yang  dipukul  langsung maen (main-red) lapor aja (saja-red) ke polisi. (ril)


Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top