ads


Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Para pengurus MRI saat melakukan pertemuan.
(Foto: Dade, Tangerangnet.com)   
NET - Sesuai kesepakatan bersama dalam pertemuan terbuka Musyawarah Rakyat Indonesia menuju Gerakan Indonesia Merdeka, Kamis, 4 Mei 2014, Presidium Organisasi akan langsung menindak lanjuti dengan memulai perang dengan musuh-musuh rakyat soal reklamasi adalah makar.

"Kami menyebutnya Perang Reklamasi. Namun perang yang kita lakukan adalah melalui perang hukum, politik dan diplomasi. Ini adalah sebuah metode dan aksi perang yang bagi kami adalah perang bermartabat dan beradab. Pergerakan ini langsung saya pimpin sebagai komandan pergerakan," ujar Ketua Presidium Musyawarah Rakyat Indonesia (MRI) Yudi Syamhudi Suyuti, Sabtu (6/5/2017).

Presidium MRI, kata Yudi, bersama beberapa pergerakan seperjuangan akan bekerjasama untuk memenangkan cita-cita kedaulatan rakyat banyak dan masyarakat pribumi. Proyek reklamasi Teluk Jakarta ini menjadi kejahatan kemanusiaan terbesar sejak Indonesia merdeka. Namun hal ini karena para pemodal, aktor intelektual dan para pelakunya melakukan 4 hal kejahatan mendasar, yaitu makar, korupsi, penjajahan dan perusakan lingkungan dengan misi aneksasi sekaligus membuka pintu penjajahan Cina (RRC).

"Kami akan memulai dengan melaporkan persoalan ini ke Komnas HAM pekan depan, bersamaan dengan laporan ke United Nations (PBB) dan selanjutnya kita teruskan pelaporan ke institusi-institusi terkait. Pekerjaan ini merupakan pekerjaan yang semata-mata demi kepentingan rakyat banyak dan kedaulatan nasional," ujarnya.

Posisi MRI di sini adalah sebagai kumpulan rakyat pemilik tanah, air, udara dan negara yang sah sesuai hukum-hukum adat, konstitusi dan hukum-hukum internasional. Ada beberapa pihak yang akan diperangi dalam perang ini, para Mafia Cina, Jokowi, Ahok beserta alat-alat kekuasaannya yang merupakan agen-agen imperialis besar Cina (RRC) untuk kepentingan Imperialisme, kata Yudi.

"Sehingga pekerjaan ini, kami akui adalah pekerjaan yang membutuhkan ketelitian, namun tidak juga terlalu sulit untuk dapat diselesaikan," ungkap Yudi.

Persoalan yang diperjuangkan ini, kata Yudi, sejalan dengan program politik Anies-Sandi, Gubernur-Wakil Gubernur DKI Terpilih, meskipun masyarakat Jakarta Utara telah mempelopori perlawanan. Tentu MRI bisa saja bersinergi dengan Pemerintah Ibu Kota nantinya setelah Gubernur-Wakil Gubernur dilantik.

"Penolakan reklamasi telah lama diperjuangkan rakyat, ada kaum nelayan,aktivis lingkungan hidup dan kelompok-kelompok masyarakat banyak. Kami pikir, rakyat harus mengetahui bahwa proyek reklamasi teluk Jakarta berskala lokal, nasional dan internasional yang berada dalam satu kerangka mission. Selain itu, bagi kami, Perang Reklamasi ini adalah pintu besar untuk kembalinya kedaulatan di tangan rakyat. Termasuk mendorong diadakannya Sidang Istimewa dan mengganti Rezim Jokowi secara konstitusional," kata Yudi. (dade)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top